oleh

Cawapres Tergantung Jokowi

JAKARTA – Partai koalisi pengusung Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan di Istana Bogor pada, Senin (23/7) malam. Pertemuan itu dihadiri oenam Ketua Umum Partai.

Dalam pertemuan itu, enam partai koalisi membahas tentang arah koalisi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti, termasuk membahas soal nama Calon Wakil Presiden (Cawapres) Jokowi.

Hadir dalam pertemuan itu, Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri, Ketum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy, Ketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ketum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto, Ketum Partai Hati Nuranis Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang dan Ketum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh dan Jokowi selaku tuan rumah.

Baca Juga:  Jokowi Minta Dikritik dengan Santun, PKS: Buzzer-Buzzer Anda Kasar dan Arogan

Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengatakan, dalam pertemuan Jokowi dengan enam Ketum Partai Politik untuk membahas strategi dan bakal Calon Wakil Presiden semalam sangat lancar dan penuh keihlasan. Alasannya, seluruh Ketum Partai Politik bersepakat mengusulkan Jokowi sebagai Capres dan menyerahkan seluruh keputusan ke Jokowi untuk memilih salah satu dari 10 nama yang diusulkan sebagai Cawapres, baik dari Partai Politik atau non Partai Politik.

Baca Juga:  Jokowi Sebut Ada Muazin di Salat Iduladha, Politisi Partai Ummat: Aliran Apa ya Pak?

”Yang saya heran mereka itu tanpa ada tekanan, tanpa ada sepakat bulat dan bulat menyatakan Presiden itu Jokowi. Kita nggak pake berunding-unding, bulat presiden Jokowi. Nah ada 10 nama calon Wakil Presiden yang beredar, tapi bulat juga kita menunjuk satu orang saja. Nah satu orang ini kita serahkan kepada Pak Jokowi,” kata Oesman Sapta kepada awak media di depan Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin (24/7).

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga