Ridwan Kamil: Harus Ada Cara-cara Baru Membangun Jawa Barat

MUZAKARAH POLITIK
ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
Calon Gubernur nomor urut satu, Ridwan Kamil saat menghadiri Muzakarah Politik Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jabar di Hotel Bidakara Savoy Homan, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.
0 Komentar

Berbekal semangat ini, pasangan RINDU menurut Emil bertekad untuk mengawal Indoneisa emas melalui Jawa Barat yang jumlah penduduknya paling banyak di Indonesia.

Acara Muzaarah ini adalah debat ketujuh yang diikuti pasangan RINDU selama kegiatan kampanye pilgub Jabar berlangsung. Namun, intinya menurut Ridwan Kamil, ia ingin mengutip satu teori perubahan, yang melibatkan empat aktor dalam kehidupan bernegara, yaitu pemerintah, kalangan bisnis, masyarakat, dan terakhir media.

Ditegaskan Ridwan Kamil, dengan adanya teori perubahan yang disebabkan oleh empat pelaku ini, tidak bisa lagi semua urusan menjadi tanggung jawab pemerintah. “Pemimpin hari ini harus pemimpin yang menggerakkan. Pasangan RINDU ini keduanya adalah kepala daerah, kami sudah komitmen satu sama lain, karena sadar prestasi gubernur adalah akumulasi prestasi bupati dan walikota,” tegasnya.

Baca Juga:Dapat WTP Kinerja Tetap DitingkatkanPenggunaan Listrik Alami Kenaikan

Untuk itu, pasangan RINDU berkesimpulan, akan memilih gaya kepimpinan yang sifatnya kolaboratif. “Peran kaum intelektual akan ditempatkan dalam format yang formal. Satu dinas akan diisi oleh tim penesehat, sebagian besar dari ICMI, namun yang bukan ICMI pun tetap harus ada” jelasnya. Sebab menurut Ridwan Kamil, adil dalam Islam adalah menempatkan sesuatu dengan takarannya masing-masing.

Semua ini menurut Ridwan Kamil bermuara kepada hadirnya cara-cara baru dalam memimpin Jawa Barat yang nantinya akan diusung oleh pasangan RINDU. (*)

0 Komentar