Mulyadi Siap Jadi Pendamping RK di Pilkada Jabar

BOGOR, JABAR EKSPRES – Jelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur sejumlah nama sudah bermunculan, salah satunya politis partai Gerindra, Mulyadi. Namanya masuk dalam bursa calon wakil Gubernur mendampingi Ridwan Kamil jelang Pilgub Jawa Barat mendatang.

Dilansir dari merdeka.com, nama Mulyadi pertama kali mencuat setelah politikus Partai Golkar, Jusuf Hamka, menyebut bahwa politisi Gerindra itu layak mendampingi eks Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

Selain itu, Jusuf Hamka menyerukan agar Gerindra dan Golkar memasangkan RK dan Mulyadi pada Pilgub Jabar 2024.

Jusuf Hamka menilai, RK maupun Mulyadi merupakan pasangan yang sangat ideal untuk memimpin Jawa Barat untuk lima tahun kedepan.

“RK dan Mulyadi merupakan pasangan afdol,” kata Jusuf Hamka seperti dikutip Radar Depok, pada Selasa, 16 April 2024.

BACA JUGA: RK Maju di Pilkada Jabar dan DKJ, Sang Istri Maju di Pilkada Kota Bandung

Jusuf Hamka mengatakan, RK memiliki pengalaman dan sangat ahli dibidang pemerintahan, seperti pernah menjabat sebagai Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023.

Sementara, Mulyadi dikenal sebagai ahli ekonomi yang kini duduk di Komisi V DPR RI.

“Jawa Barat perlu dua figur tersebut untuk menjawab tantangan ke depan yang semakin komplek,” tukasnya.

Terpisah, Mulyadi mengungkapkan, dirinya diminta oleh Partai untuk siap jadi Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Barat.

“Di Gerindra, sami’na wa atho’ na sangat kuat menjadi budaya organisasi kader terhadap perintah pimpinan. Dengar dan laksanakan,” katanya saat dihubungi Jabar Ekspres.

BACA JUGA: ASN Pelayanan Publik Tidak WFH, Sekda Jabar: Tidak Banyak Ba-Bi-Bu

Sebagai Anggota Dewan Pembina DPP Gerindra, Mulyadi melihat Jabar adalah provinsi yang sangat strategis untuk pak Prabowo dan Partai Gerindra dengan provinsi berpenduduk 50 juta orang.

“Maka kita tidak boleh memutuskan dengan gegabah terkait calon Gubernur dan wakilnya,karena orientasinya bagaimana jawa barat kedepan harus menjadi Provinsi yang harus maju dan cepat berkembang,” ucapnya.

Mulyadi menambahkan, untuk itu kandidat yang dedikasikan setidaknya tidak berorientasi mencari jabatan belaka, tetapi harus yang teruji dan memiliki rekam jejak.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan