ADIOS, ZIZOU

Zidane tak yakin siklus indah tiga musim berlanjut pada musim keempatnya. ‘’Saya tidak melihat kami akan terus memenanginya. Anda lihat Copa del Rey musim ini,’’ lanjut Zidane. Di antara semua trofi, hanya juara Copa del Rey yang belum pernah dia dapatkan. Mentok capaian Real-nya Zidane di Copa del Rey sampai perempat final.

Dia ingin, sepeninggalnya Real akan melakukan banyak perubahan. ‘’Supaya tidak lama-lama melakukan kesa­lahan,’’ harap Zidane. Dia menegaskan tak ada alasan bahwa hatinya telah berpaling ke klub lain. Dia masih men­ghormati kontraknya dengan Real. ‘’Saya takkan mencari klub lain. Tak ada yang beru­bah dari saya, ini keputusan alami,’’ tegas Zidane.

Zidane pada Februari pernah berkata takkan pergi dari Real meski diguncang kritikan ke dalam telinganya. Semuanya tulus. Begitu pula dengan ke­putusannya kali ini. ‘’Waktu saya saat ini sudah berakhir. Ada saat-saat dalam musim ini dan buatlah mereka berpikir untuk berubah,’’ harap Zidane.

Tidak seperti pelatih-pelatih biasanya yang pergi dari klub meninggalkan konflik pemain di dressing room. Zidane sem­pat dikaitkan konfliknya dengan Gareth Bale. Zidane menolaknya kali ini. ‘’Tapi, saya rasa me­reka perlu mendengar suara baru. Mereka tahu keputu­sanku, setelah ini saya bicara dengan Sergio Ramos,’’ ucapnya.

Begitu kehilangan. Ya, itu bisa disimpulkan dari kom­entar-komentar penggawa Real saat Zidane berpamitan. Salah satunya Ramos. ‘’Mister, kami bangga padamu. Kamu pergi pada saat di posisi top, baik sebagai pemain atau pe­latih. Kamu mungkin sudah pergi, namun warisanmu tak­kan pernah pudar,’’ kata Ramos, dilansir Football Espana. ‘’Ke­banggaan saya cuma saat jadi pemainmu, Mister,’’ tambah Cristiano Ronaldo. (ren/ign)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan