Talents Mapping, Ajak Masyarakat Tahu Diri Sendiri

Talents Mapping, Ajak Masyarakat Tahu Diri Sendiri
0 Komentar

BANDUNG – Sebanyak 60 orang dari beragam profesi ikut dalam Talents Mapping “Do You Really Know Your Self”. Workshop tersebut mendorong peserta untuk mengetahui banyak mengenai dirinya sendiri agar terhindar dari gangguan mental. Founder Yayasan Sehat Mental Indonesia (YSMI) dr Rama Giovani., Sp.Kj mengatakan, banyak gangguan kejiwaan dan gagal fungsi otak manusia dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pendorongnya, paradikma yang tumbuh di masyarakat adalah menyembuhkan sakit. “Selama ini kita jarang sekali membentengi diri dengan bagaimana hidup sehat. Sebab, paradikma berobat setelah sakit itu masih tumbuh di masyarakat,” kata Rama kepada Jabar Ekspres, di Vio Hotel, Jalan Cimanuk, Kota Bandung, Sabtu (28/4). Dengan alasan itu, kata dia, cara pandang masyarakat pun harus didorong untuk diubah. Salah satunya dengan memberikan paradikma sehat dengan cara mengerti diri sendiri. “Sebanyak 87 persen mahasiswa salah jurusan karena tidak mengenal dirinya sendiri. Alhasil, saat menjalani kuliah lebih banyak stresnya ketimbang enjoy menyelesaikan setiap jenjang,” urai ayah satu orang anak ini. “Akan lebih parah lagi, setelah masuk kerja. Ketika pekerjaan tidak nyambung dengan bakat, dijamin akan selalu stres,” sambungnya. Pria yang juga praktik di Medika Antapani, Klinik Sehat Mental serta RSUD Cianjur tersebut mengaku, setiap hari menangani kurang lebih 150 pasien dengan gangguan kejiwaan. Umumnya para pasien tersebut mengalami depresi akibat beragam tekanan. “Dan di workshop ini, peserta diajak untuk tidak hanya be your self tapi juga know your self,” tandasnya. Sementara itu, di sesi kedua workshop, Founder Talents Mapping, Ir Rama Royani menuturkan tentang menemukan fitrah manusia hingga menghadirkan potensi dalam diri. Dia menuturkan, Untuk menjadi diri sendiri kita harus tahu terlebih dahulu tentang bakat diri sebagai pemberian Allah. Sebab, kita tahu kemampuan diri, ke depan akan mudah  mengasah kekuatan dan menyiasati keterbatasan dalam hidup. “Ketika sudah mengetahui jalannya, proses bahagia sebagai cara menjemput kesuksesan akan dilalui dengan mudah”, tutur pria yang akrab disapa abah Rama ini. Tidak hanya memberikan workshop secara teori, nyata para peserta juga diajak berinteraksi langsung dengan praktisi Talent Mapping, Muhamad Firman, S.Si. Dalam sesinya Firman menuturkan pentingnya mengenali diri ini harus sejak dini. Sebab, dengan mengenali disi, akan mudah memanfaatkan metode Talents Mapping. Namun begitu, jika belum berhasil menemukan siapa jati diri, salah satunya bisa diasah dengan menemukan jurusan pendidikan yang tepat. Sehingga menunjang pada peran atau profesi yang sesuai dengan diri. Jika pendidikan sudah selaras dengan profesi, kata dia, kemungkinan pelakunya akan mendapatkan manfaat secara optimal. “Tidak hanya di lingkungan, tapi dampaknya juga akan besar di keluarga,” ungkap Firman. (rie)

0 Komentar