oleh

Anak Rentan Alami Kekerasan

GARUT – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A), menyatakan, anak di Kabupaten Garut sangat rentan terhadap tindakan kekerasan.

Berdasarkan informasi, dari Januari hingga April 2018, tercatat, di Kabupaten Garut terjadi 13 kasus kekerasan terhadap anak. Laporan itu masuk ke Dinas P2KBP3A Kabupaten Garut. Dari keseluruhan kasus kekerasan tersebut, didominasi oleh pencabulan dan pelecehan oleh orang tua maupun orang terdekat.

Baca Juga:  Kekerasan Anak Meningkat di Tahun 2021, Ini Penjelasan DP3A Bandung

Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas P2KBP3A Kabupaten Garut, Rahmat Wibawa, mengatakan, tindakan kejahatan ini terjadi karena Garut memiliki jumlah penduduk mencapai 2,5 juta orang. ”Semakin banyak orang, maka sangat rentan terjadi kekerasan,” kata Rahmat di Kantor Dinas P2KBP3A Kabupaten Garut, Jalan Cimanuk, Kabupaten Garut, Kemarin (18/4).

Faktor lain yang menyokong terjadinya kekerasan pada anak, Garut yang memiliki 42 kecamatan dan memiliki luas 3.704 kilometer persegi, membuat kejahatan tersebut mudah terjadi karena sulitnya pengawasan dari dinas terkait. ”Ini dibentuk oleh karakteristik alam dan geografis Garut,” katanya.

Baca Juga:  Kekerasan Anak Meningkat di Tahun 2021, Ini Penjelasan DP3A Bandung

Rahmat menambahkan, selain faktor eksternal yang telah disebutkan, faktor pendidikan dan ekonomi rendah pun kerap ditenggarai sebagai pemicu kekerasan terhadap anak. ”Pemahaman ketahanan keluarga belum merata secara menyeluruh di masyarakat,” kata Rahmat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga