Sementara itu, Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy mengharapkan, hasil dari ujian nasional kali ini bisa menjadi standarisasi pendidikan di Indonesia. Selain itu juga diperuntukkan untuk pemetaan bagi Kemendikbud. ”Pemetaan pendidikan secara nasional, dasar membuat kebijakan, perbaikan pada tahun berikutnya,” katanya.
Muhadjir pun tidak mempersoalkan apakah hasil ujian nasional akan digunakan untuk pertimbangan kuliah atau tidak. ”Persoalan dihargai institusi lain atau tidak itu kita serahkan kepada yang menggunakan. Tapi semestinya dengan kualutas UN seperti sekarang ini, tidak adanalasan untuk tidak menggunakan hasil UN ini saya kira kalau ada lembaga yang mengabaikan,” tuturnya. Alasanya siswa telah menunjukkan tingkat kejujuran yang tidak diragukan.
Ke depan Kemendikbud akan memulai memberikan soal yang dapat mendeteksi kemampuan siswa. Soal ujian tersebut, menurut Muhadjir akan melibatkan guru dan sekolah. ”Maka akan ada pelatihan guru untuk membuat soal yang betul-betul baik,” tuturnya.
Baca Juga:Netty: Masyarakat Perlu Pemahaman tentang Autismee-Paper Jabar Ekspres Edisi 4 April 2018
Secara terpisah, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) memantau jika hari pertama UNBK tingkat SMK secara umum berjalan dengan baik. Namun FSGI menemukan kendala teknis mulai dari mati listrik, soal tidak bisa diklik, kekurangan komputer, sampai ujian yag baru selesai hampir pukul 19.00. ”Hingga Saat ini belum ada laporan tentang kebocoran, kecurangan atau penyimpangan dalam pelaksanaannya,” ungkap Heru Purnomo, Sekjen FSGI. (mg1/lyn/rie)
