Tinggal di perbatasan membuat Jeje harus merasakan berbagai kesulitan. Mulai jarak tempuh yang jauh, jalanan yang rusak, hingga mati listrik yang sering terjadi. Bahkan, saat musim hujan, jalanan bakal berubah menyerupai danau. Apalagi, Jeje kerap pergi-pulang sendirian dengan mengendarai sepeda motor demi menyambangi anak-anak yang akan diajarnya.
Semangatnya untuk mengabdi tidak pernah berhenti, bahkan tanpa menerima imbalan sepersen pun atas keringatnya. ”Kadang, kalau ngerasa jenuh, aku menyemangati diri sendiri. Kalau bukan kita, siapa lagi? Sebagai WNI, aku ngerasa wajib buat peduli,” tutur Jeje berapi-api.
Dari Jalanan jadi Aktivis Pengajar
Sama dengan Jeje yang bergerak di bidang pendidikan, Muhammad Ridwan asal DKI Jakarta mengabdikan dirinya untuk mencerdaskan bangsa. Latar belakang Ridwan yang penuh perjuangan membuatnya ingin terus melakukan aksi positif.
Baca Juga:Mau Jadi PNS, Anak Gubernur pun Harus Lulus TesKembalikan Kejayaan Destinasi Wisata Fashion
Kisah ini bermula sejak dia dan keluarganya hijrah dari Cirebon ke Jakarta pada 2012. Ridwan hidup dengan situasi ekonomi yang pelik. Dia pun harus bergumul dengan asap kendaraan untuk bantu menafkahi keluarganya sebagai anak jalanan.
Lambat laun, orang tuanya benar-benar kehabisan ongkos hidup dan Ridwan terpaksa putus sekolah. ”Banyak yang udah aku lalui di jalan. Aku ngamen sana-sini, cari uang. Teman-teman pernah tertangkap petugas dan dibawa ke panti rehabilitasi,” katanya sembari berusaha menahan air mata.
Beruntung, derajat hidup Ridwan kembali naik setelah bertemu dengan sosok Herman Nugraha, founder Yayasan Rumah Kita. Herman lantas mengajak Ridwan bergabung guna mendukung penarikan pekerja anak-program keluarga harapan (PPA-PKH) dari Kemenaker.
Setelah satu bulan mengikuti program tersebut, Ridwan ternyata berprestasi. Pihak yayasan membiayai sekolah Ridwan sejak saat itu hingga duduk di bangku SMAN 53 Jakarta sekarang.
Ridwan sadar hidup di jalanan itu sangat keras. Dia tidak ingin adik-adik yang juga kurang beruntung mengalami apa yang dialaminya. ”Aku nggak pengin anak-anak lain kayak aku. Cukup aku aja yang mengalami, mereka jangan. Mereka harus tetap dapat pendidikan yang layak,” tegasnya.
Karena itulah, Ridwan termotivasi untuk membagikan ilmunya kepada anak jalanan. Dia meneruskan jejak Pak Herman Nugraha. Dengan tulus, dia membagikan ilmunya kepada anak-anak jalanan, bahkan penyandang disabilitas.
