Cara Eny merangkul dan melayani pasien tersebut sempat membuat rombongan JLN terkagum-kagum. Banyak pertanyaan yang diajukan oleh mereka terkait terobosan itu. Salah satunya dari perwakilan Vietnam, Tham Chi Dung, yang penasaran dari mana biaya untuk bisa mengakomodasi semua itu.
Eny menuturkan, biaya seluruhnya ditanggung BPJS Kesehatan melalui sistem kapitasi. Dia mendapat kapitasi Rp 10 ribu dikalikan dengan jumlah pasien jaminan kesehatan nasional (JKN) yang dia tangani. Saat ini ada 5.167 pasien JKN yang ditangani kliniknya. Dana tersebut dimaksimalkan untuk pelayanan dan operasional klinik. Selain dua dokter umum dan satu dokter gigi, klinik memiliki 1 laboran, 2 apoteker, dan 3 perawat.
’’Di tempat kami belum ada kapitasi untuk swasta. Mungkin kami akan belajar dari sini,” ujar Tham Chi Dung antusias. (*/c11/c10/ari/rie)
