bandungekspres.co.id, NGAMPRAH – Keberadaan gua, air terjun, perkebunan dan keindahanan panorama lainnya di wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat masih belum tergali secara optimal. Padahal, semua itu bisa menjadi daya tarik bagi pengembangan kepariwisataan serta menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD).
Oleh karenannya, di tahun ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bandung Barat berencana akan mengembangkan sejumlah potensi wisata baru tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata KBB Rakhmat Syafei melalui Kabid Pariwisata KBB David Oot menyatakan, wilayah selatan meliputi Kecamatan Cililin, Gununghalu dan Rongga memiliki potensi besar untuk mengembangkan objek wisata. Namun, diakuinya, optimalisasi tersebut masih belum maksimal.
Baca Juga:13 Jabatan Eselon IIB KosongMedia Center, Wujudkan Kemitraan IPDN dengan Wartawan
”Tahun ini, akan kami gali potensi wisata baru tersebut. Sebab ke depan ini bisa menjadi wisata yang bakal dikunjungi orang banyak layaknya seperti Lembang,” katanya kepada wartawan di Ngamprah kemarin (2/3).
David mengungkapkan, potensi-potensi itu nantinya akan dikembangkan menjadi potensi wisata model ekoturisme atau pariwisata dengan mengedepankan wawasan lingkungan yang mengutamakan aspek konservasi alam. Konsep tersebut dipilih agar keasrian alam di wilayah selatan tetap terjaga.
Menurut David, saat ini sejumlah wisatawan rata-rata lebih tertarik untuk mengunjungi sejumlah objek wisata di wilayah utara KBB, salah satunya Lembang. ”Bila wisata baru ini ramai, maka masyarakat sekitar dan aparat setempat akan mendapatkan sumber pendatapan ekonomi,” terangnya.
Diakuinya, sejauh ini objek wisata yang dikelola oleh Pemkab Bandung Barat ada tiga objek wisata, di antaranya Situ Ciburuy di Kecamatan Padalarang, Gua Pawon di Kecamatan Cipatat, dan Curug Malela di Kecamatan Rongga. Ke depan, lanjut dia, Pemkab akan mengembangkan objek wisata baru seperti arum jeram di Cisameng Desa Rajamandala, Kecamatan Cipatat dan beberapa konsepnyapun saat ini sudah dikembangkan oleh Pemkab. ”Rencananya khusus wisata arum jeram ini kajiannyapun sudah kami persiapkan,” paparnya.
Terpisah, Pemerhati Lingkungan dan Pakar Persampahan Nasional dari Universitas Islam Bandung (Unisba) Mohamad Satori mengatakan, pengembangan ekowisata di wilayah selatan KBB jangan hanya sekadar label semata. Menurutnya, apapun pengembangan objek wisata di wilayah selatan KBB jangan sampai merusak lingkungan lantaran wilayah tersebut sangat rawan terjadinya bencana longsor.
