OPD dan Pemda Antusias Berkompetisi Inovasi Pelayanan Publik Jabar 2016

OPD dan Pemda Antusias Berkompetisi Inovasi Pelayanan Publik Jabar 2016
PERSIAPAN PENILAIAN: Dari kiri, Direktur JPIP Rohman Budianto, Ketua Tim Penilai Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Jabar 2016 M. Solihin, Karo Organisasi Jabar Nanin Hayani Adam menyamakan pemahaman proposal inovasi yang masuk.
0 Komentar

bandungekspres.co.id, BANDUNG – Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tingkat Jawa Barat 2016 sukses menyita perhatian. Pada pelaksanaan perdana ini, tercatat ada 84 proposal masuk. Terbagi menjadi dua kelompok. Dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jabar 15 proposal, dan 69 proposal dari pemerintah daerah kabupaten/kota.

Ketua Tim Penilai Sinovik Jabar 2016 M. Solihin mengatakan, meski belum semua sasaran ikut kompetisi, tapi animo keikutsertaan cukup tinggi. Ini menandakan keseriusan upaya perbaikan inovasi pelayanan publik di Jabar. Inovasi tidak harus spektakuler dan berbiaya besar. Oleh karena itu, tetap perlu diapresiasi. Sebagai perhatian pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Tanpa juga melanggar aturan.’’Perlu kita dorong terus (semangat inovasi pelayanan publik). Beri penghargaan kepada inovator tidak harus selalu dalam bentuk uang,’’ ujar dia kepada koran ini, usai memimpin rapat Tim Penilai Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Jabar 2016 di Ruang Malabar, Gedung Sate, Selasa lalu (8/11).

Menurut pria yang juga menjabat Asisten Administrasi Pemprov Jabar ini, Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Jabar 2016 bertujuan mengajak semua aparatur berpikir lebih maju dan inovatif. Hasil dari program ini berdampak pada penggunaan anggaran yang efektif dan tepat guna. Mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Membuat pemerintah terasa hadir di tengah rakyat. Jangan sampai, masyarakat sulit mencari pemerintah ketika dibutuhkan.

Baca Juga:Detik-Detik Penentuan Presiden Baru AS di Times SquareAnggaran BPBD Minim

Solihin menilai, inovasi dibutuhkan agar bisa memberi manfaat terbaik kepada masyarakat. Pemerintah harus berusaha memberi pelayanan terbaik kepada rakyat, karena telah menerima amanah. Tidak boleh anti kritik. Seperti halnya perusahaan swasta. Selalu memberi yang terbaik dalam bentuk barang dan jasa. Ujungnya adalah tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Sekaligus sebagai ruang interaksi dengan masyarakat.

’’Menurut Pak Gubernur Ahmad Heryawan, apa yang kita kerjakan itu dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat. Kebutuhan masyarakat harus dikomunikasikan. Meski semua belum terpenuhi, tapi kita berupaya ke arah memenuhinya,’’ ungkap Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jabar ini.

0 Komentar