Akseptor KB Pria di Majalengka Meningkat

bandungekspres.co.id, MAJALENGKA – Program Keluarga Berencana (KB) dengan memberikan kontrasepsi permanen terhadap pasangan suami-istri (pasutri) lebih familiar diberikan hanya kepada perempuan saja. Namun, di Kabupaten Majalengka pemberian kontrasepsi permanen terhadap pria justru angkanya cukup tinggi dan mampu menekan angka laju pertumbuhan penduduk.

Hal itu diutarakan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMDPKB) Kabupaten Majalengka, Drs H Eman Suherman MM dalam agenda orientasi peningkatan kesadaran pria dalam ber-KB bagi pengurus paguyuban KB pria se-Kabupaten Majalengka.

Eman menyebutkan, akseptor (peserta) KB pria yang telah menjalani medis operasi pria (MOP) atau pemberian kontrasepsi permanen melalui cara medis angkanya cukup tinggi. Kontrasepsi tersebut menurut Eman tidak mengurangi kejantanan pesertanya.

”Jumlah partisipasi pria dalam ber-KB masih sangat kecil dibanding KB aktif keseluruhan (pria dan wanita). MOP baru 3.056 peserta atau 1,13 persen, dan (pria) yang aktif menggunakan kondom sebanyak 2.648 peserta atau hanya 0,97 persen,” ujar Eman.

Namun, angka partisipan akseptor KB pria di Kabupaten Majalengka angkanya cukup besar jika dibanding daerah lainnya, dan setiap tahun tetap tumbuh. Tahun 2013 baru ada 12 peserta, pada 2014 total 95 peserta, 44 peserta di 2015. Paling signifikan di tahun 2016 ini sampai semester pertama sudah ada 106 peserta.

”Hal itu tidak lepas dari terbentuknya paguyuban para peserta KB pria di Kabupaten Majalengka. Mereka menjadi agen yang langsung mengedukasi masyarakat lain mengenai keuntungan MOP. Jadi, calon peserta lainnya bisa memahami langsung dari orang yang sudah mengalaminya,” ujarnya.

Pihaknya berharap paguyuban peserta MOP bisa dibentuk dengan lebih luas hingga di setiap kecamatan, untuk meningkatkan peran pria dalam ber-KB. Pembentukan peneladanan akseptor MOP, meningkatakan frekuensi penyuluhan serta konseling tentang KB pria, mempermudah pembinaan dan penanganan ketika terjadi keluhan, serta mencapai target peserta KB pria.

Kepala Bidang KB H Hasubi Herman SIP menyebutkan, manfaat MOP atau KB permanen bagi pria diantaranya memberi kesempatan kepada istri memperoleh kesehatan reproduksi yang lebih sempurna, pengendalian jumlah penduduk, kewajiban dan tanggung jawab suami dalam rumah tangga dan ketahanan keluarga, mewujudkan kesehatan keluarga, serta tingkat keberhasilan mencegah kehamilah hingga 99,85 persen.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan