bandungekspres.co.id, CIREBON – Korban Kecelakaan Lalu Lintas (KKL) selama musim mudik dan arus balik Idul Fitri, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu indikatornya jumlah pasien yang dirawat di RSUD Gunung Jati Cirebon.
Setidaknya, 16 orang meninggal selama music mudik Lebaran tersebut. Hal ini berdasarkan klaim yang dibayarkan Jasa Raharja Cirebon.
Penanggung Jawab Pelayanan Jasa Raharja Cirebon Nunung Nur Achya mengatakan, selama musim mudik dan arus balik Lebaran, sudah ada klaim pembayaran untuk 16 orang yang meninggal dunia di wilayah kerja Jasa Raharja Cirebon. Meliputi Kota/Kabupaten Cirebon, Majalengka dan Kuningan.
Baca Juga:FKPD Jabar Gelar Halal Bihalal Idul Fitri 1437 HBus Terjebak Macet, Terminal Ciamis Sepi
Selain memberikan klaim korban meninggal dunia, adapula korban kecelakaan lalu lintas selama mudik dan arus balik yang telah diberikan klaim. ”Ada 52 korban luka-luka yang masuk ke Jasa Raharja Cirebon. Masih mungkin bertambah. Karena data dari seluruh rumah sakit di wilayah III Cirebon kecuali Indramayu, belum masuk semua,” terangnya, kemarin (12/7).
Petugas Klaim RS Ciremai, Endang Mayhudaya menjelaskan, sepanjang kurun waktu musim mudik lebaran dan arus balik pada 1-10 Juli 2016, hanya ada lima KKL karena kecelakaan tunggal maupun tabrakan. Adapula anggota Pramuka yang sedang bertugas membantu mengatur lalu lintas mudik di wilayah Sunyaragi, tertabrak pemudik. ”Banyak dilarikan ke RSUD Gunung Jati. Dalam data kami, hanya ada lima kejadian KKL yang dirawat di RS Ciremai,” ucapnya.
Sedangkan, Direktur RSUD Gunung Jati Cirebon drg H Heru Purwanto MARS mengatakan, jumlah KKL selama 1-10 Juli 2016 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data, ada 59 korban kecelakaan lalu lintas di tahun ini. Tahun 2015 lalu, jumlah KKL mencapai 42 orang.
”Itu pembanding sama-sama selama musim mudik dan arus balik lebaran Idul Fitri,” jelasnya.
Korban kecelakaan didominasi tabrakan antar motor di berbagai daerah Kota/Kabupaten Cirebon dan sekitarnya. Dari 59 korban kecelakaan lalu lintas selama musim mudik Lebaran tersebut, 18 diantaranya masih dirawat intensif.
Rinciannya, 17 orang di bangsal bedah, satu orang masuk ruang inklusif HCU. Sedangkan, 41 pasien KKL lainnya diperbolehkan pulang ke tempat tujuan masing-masing.
