bandungekspres.co.id, BANDUNG – Kekecewaan sejumlah tokoh Cirebon terkait konten figur Hall of Fame milik Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat (Bapusipda Jabar) langsung direspon.
Organisasi perangkat daerah itu menilai pendapat itu perlu diluruskan. Sebab, nama yang rencananya masuk ke fasilitas pendukung perpustakaan tersebut justru belum ditentukan.
Kepala Bapusipda Jabar Dr Hj Nenny Kencanawati M Si menjelaskan, keberadaan Hall of Fame saat ini masih dalam tahap pembahasan siapa tokoh yang akan ditampilkan dan tentunya harus disesuaikan dengan space atau area Hall of Fame sendiri yang terbatas. ”Belum ada nama-nama yang ditentukan,” ujar Nenny di ruang kerjanya kemarin (22/6).
Baca Juga:Pengerjaan Infrastruktur PON DikebutBig Match Lebih Baik Tanpa The Jak
Nama-nama yang akan mengisi Hall of Fame, ucap Nenny, merupakan usulan dari para narasumber dan saat ini masih dikaji oleh tim kurator. ”Karena itu, masih dalam tahap persiapan, belum final,” ucapnya.
Menurut dia, ketika ada nama yang memang masih perlu masuk ke Hall of Fame, sedangkan tempatnya tidak memungkinkan, maka sudah disiapkan dalam bentuk digital book. Nama yang masuk berasal dari berbagai bidang: pemerintahan, olah raga, budaya dan lainnya.
”Pembahasan ini perlu waktu,” terang dia didampingi Kepala Bidang Layanan Otomasi Perpustakaan dan Kearsipan Dinny Resmiati.
Nenny menyebut, akhir Juli atau maksimal pertengahan Agustus mudah-mudahan sudah bisa ditetapkan para inohong yang akan dimasukkan ke Hall of Fame. Nanti, kata dia, tim kurator yang akan menempatkan foto dan identitas tokoh disesuaikan dengan space yang tersedia. Tim kurator memiliki latar belakang budayawan, seniman, ahli pemerintahan, sejarawan, tokoh kewanitaan.
Perempuan berkerudung ini menjelaskan, Bapusipda merintis Hall of Fame sejak triwulan tiga 2015. Di dalamnya ada tempat yang diberi nama ”Pojok Kenalilah Mereka” yaitu menampilkan sosok yang memiliki reputasi dan prestasi yang luar biasa tapi kurang dipublikasikan.
Keberadaan Hall of Fame bukan sebagai museum. Melainkan, tempat menampilkan tokoh-tokoh yang menginspirasi Jabar dari berbagai bidang. Bukan juga museum seni. Di samping itu tokoh yang ditampilkan tidak statis. ”Bisa up date. Oleh sebab itu, tim kurator akan terus bekerja. Termasuk dipersilakan, apabila ada masyarakat yang ingin memasukkan tokoh-tokoh asal Cirebon atau daerah lain di Jabar. Bisa dengan mengirim usulan ke bapusipda@jabar.go.id atau inohongjabar@gmail.com,” tuturnya.
