‘”Beri masukan kepada kita. Misal dari Cirebon juga yang ingin tampil sebagai inohong. Justru kita membuka,” tambahnya.
Nenny menambahkan, keberadaan Hall of Fame di Perpustakaan Umum Jabar merupakan kebanggaan. Melengkapi prestasi inovasi pelayanan publik Top 99 Sinovik yang telah diraih dari Kementerian PANRB tahun ini. Selain itu, sepertinya sesuatu yang baru di Indonesia. Meski tujuan awalnya, lebih kepada penguatan bidang kearsipan.
Seperti diberitakan di sejumlah media masa, beberapa tokoh Cirebon mengkritik tidak masuknya nama-nama figur berprestasi di berbagai bidang dalam Hall of Fame yang tengah digarap Bapusipda Jabar. (rls/rie)
