Hanya perlu bayar sekitar USD 50 per orang (USD 40 anak-anak), banyak barang dan pertunjukan yang bisa dinikmati mulai pagi sampai malam. Malah mungkin sehari tidak cukup.
Berbagai roket bersejarah dipajang di sana. Saturn V, roket yang mengantarkan belasan program Apollo, mendapat satu ekshibisi khusus yang dijamin membuat takjub pengunjungnya. Termasuk pemutaran film-film yang bisa membuat bulu kuduk berdiri sekaligus menginspirasi.
Pesawat ulang-alik Atlantis juga dipajang dalam bangunan khusus, di bagian terdepan Visitor Center. Di bangunan itu, pengunjung bisa menikmati space shuttle tersebut secara langsung, bermain dalam berbagai simulator, termasuk simulator untuk merasakan seperti apa ”ditembakkan” ke luar angkasa.
Baca Juga:Menelusuri Jejak Kampung Kauman di JeparaMeksiko vs Chile, Misi Pertahankan Mahkota
Bagian yang paling bikin merinding di sini? Bagian khusus untuk mengenang pesawat ulang-alik yang meledak saat berangkat (Challenger, 1986) dan saat kembali ke bumi (Columbia, 2003).
Serpihan asli dua pesawat itu di-display secara anggun, dan barang-barang pribadi milik 14 awak kapal kedua pesawat juga dipajang dengan cara yang sangat menyentuh. ”I touch the future. I teach.” Artinya: ”Saya menyentuh masa depan. Saya seorang pengajar.”
Itu bunyi kutipan dari Christa McAuliffe, seorang guru yang tewas bersama enam kru lain di Challenger. Dia merupakan bagian dari program Teacher in Space yang dilakukan NASA.
Ada juga bangunan yang khusus menampilkan rencana penerbangan ke Mars. Di sebelahnya, bangunan di mana para pengunjung bisa bertemu dan berinteraksi langsung dengan astronot asli!
Rabu lalu (15/6), yang tampil adalah Wendy Lawrence, yang pernah empat kali ke luar angkasa, total menghabiskan waktu 51 hari jauh di atas sana. Termasuk penerbangan pertama setelah jatuhnya Columbia.
Seusai presentasi tentang pengalamannya jadi astronot (dia sekarang sudah pensiun), dia melayani tanya jawab dengan pengunjung. Khususnya dari anak-anak. ”Bagaimana cara jadi astronot?” tanya salah seorang anak. ”Kamu harus rajin ke sekolah,” jawab Lawrence santai.
”Apa bagian paling mendebarkan saat terbang ke luar angkasa?” tanya yang lain.
Baca Juga:Paman Sam Lolos Pertama ke SemifinalArgentina vs Venezuela, Menantang Lawan Rumit
”Mungkin waktu launch. Kekuatannya begitu dahsyat, rasanya seperti ada gajah besar menduduki dada saya. Rasanya begitu sulit bernapas,” ceritanya.
