Countdown dari sepuluh membuat penonton ikut berdebar. Begitu go, warna merah-oranye menyala terlihat dan Falcon9 mengudara. Suasana masih sunyi. Tidak lama kemudian, saat roket itu berada di udara, baru kami mendengarkan gelegar bunyinya. Tidak lama setelahnya, kami merasakan efek getarannya. Tribun berguncang keras.
Edan. Padahal, itu bukan roket terbesar. Dan jaraknya hampir 10 kilometer.
Dalam waktu tak sampai 3 menit, roket itu sudah tidak terlihat. Penonton pun bertepuk tangan, lalu dengan rapi meninggalkan tribun, kembali untuk menikmati semua yang ditampilkan Kennedy Space Center.
Bayangkan kalau roket yang diluncurkan lebih besar. Bayangkan kalau itu pesawat ulang-alik. Pasti jauh lebih menggetarkan. Seorang staf mengatakan, awal tahun ini, dalam salah satu peluncuran, lebih dari 10 ribu penonton datang ke Kennedy Space Center. Asal tahu saja, dalam setahun, tempat ini dikunjungi sampai 1,5 juta orang!
Baca Juga:Menelusuri Jejak Kampung Kauman di JeparaMeksiko vs Chile, Misi Pertahankan Mahkota
Disneyworld, Universal Studios, dan lain-lain, semua jualan cerita dan khayalan. Kennedy Space Center benar-benar menampilkan cerita asli kehebatan manusia dalam mengejar impian.
Teman saya merekomendasikan tempat ini untuk dikunjungi. Melihat website-nya, rasanya sudah hebat. Tapi, sehebat dan semodern apa pun website, tidak ada bandingan dengan aslinya. (*/rie)
