Nonton Peluncuran Roket di Kennedy Space Center Florida

Kennedy Space Center Florida
JAWAPOS
WISATA MODERN: Direktur Utama Jawa Pos Koran Azrul Ananda saat berfoto di di depan satelit Kennedy Space Center Florida, belum lama ini.
0 Komentar

Transportasi memang harus naik bus, karena Kennedy Space Center ini luas luar biasa. Sampai 58.275 hektare tepatnya! Di sana ada bangunan perakitan pesawat ulang-alik/roket yang tingginya separo Empire State Building di New York. Katanya ini gedung terbesar kelima atau keenam di dunia.

Bendera Amerika yang menghiasi dindingnya saja lebih besar dari lapangan basket! Ada pula landasan pesawat ulang-alik yang panjangnya 3 mil alias hampir 5 km. Plus berbagai fasilitas lain yang sulit dijelaskan dan harus dilihat sendiri untuk mengagumi skalanya.

Dan karena ini kawasan cagar alam, semua binatang dan tanamannya tidak boleh dicemari atau diganggu. Kabarnya, ada 5.000-6.000 buaya berkeliaran, plus binatang-binatang lain.

Baca Juga:Menelusuri Jejak Kampung Kauman di JeparaMeksiko vs Chile, Misi Pertahankan Mahkota

Para sopir bus juga merangkap sebagai guide, dan khas Amerika, selalu melucu. ”Silakan lihat ke kiri dan ke kanan, sering kita bisa melihat langsung buaya. Di sini, kadang kita melempar satu atau dua insinyur untuk mereka makan,” celetuknya.

Pagi itu kami kehabisan tiket USD 50. Jadi, kami menonton dari kawasan Saturn V. Di sana, di luar bangunan utama, ada beberapa tribun untuk menonton peluncuran. Ada MC yang memandu, menjelaskan roket yang mana yang harus kami perhatikan. Karena memang ada beberapa lokasi peluncuran.

Yang kami lihat adalah lima tonggak di kejauhan. Yang tengah adalah roket Falcon9 milik SpaceX, perusahaan swasta milik Elon Musk (yang juga pendiri mobil Tesla). Empat tonggak di sekelilingnya adalah penangkal petir, karena kawasan ini adalah ”ibu kota” petir Amerika.

Walau fasilitas ini kebanggaan pemerintah Amerika, tapi untuk program luar angkasa, pemerintah memang sudah berbagi dengan swasta. Ada beberapa perusahaan, seperti SpaceX, yang menggunakan Cape Canaveral untuk melayani peluncuran satelit sesuai pesanan.

Jarak kami menonton memang agak jauh, hampir 10 kilometer. Tapi masih terlihat jelas. Langit memang cerah, sedikit awan, dan matahari terasa sangat menyengat. Tapi, ribuan penonton dengan sabar menunggu.

Tepat pukul 10.29, roket itu meluncur, mengantarkan dua satelit ke langit. Keduanya satelit komunikasi. Satu untuk kawasan Asia dan Afrika, satu lagi untuk Amerika Latin.

0 Komentar