bandungekspres.co.id, SOREANG – Pengelola Taman Hutan Raya (Tahura) Ir Djuanda masih menggratiskan tiket masuk taman hingga kemarin (3/6). Hal ini menyusul insiden yang menimpa Kepala Balai Tahura Ir Djuanda, Lianda Lubis.
Lianda menjadi korban penganiayaan oknum pemilik kedai yang tak terima dengan rencana pemerintah yang akan membongkar tempat usahanya tersebut pada, Rabu (1/6) lalu.
Menurut Lianda, penggratisan tiket dilakukan untuk menjaga kondusivitas Tahura Ir Djuanda menyusul rencana eksekusi sejumlah kedai yang didirikan di antara hutan pinus di bagian depan Tahura Ir Djuanda dilaksanakan kemarin (3/6).
Baca Juga:Sentuhan Gambar Motor yang Dibuat oleh Penyandang DisabilitasPotensi Pasar Sangat Besar, Pemkab Dorong Pengrajin Payet
”Tapi dari pagi belum ada kabar. Surat peringatan dari Satpol PP sendiri sudah ada 3 untuk tempat-tempat itu,” kata Lianda kepada wartawan, kemarin (3/6).
Lianda mengatakan, tidak hanya pengunjung biasa, sejumlah pengunjung yang melakukan pemotretan pre wedding pun menikmati kesempatan ini. Menjelang siang hari, terdapat sekitar lima pasang calon pengantin yang melakukan pemotretan di kawasan yang sama.
Sejumlah kedai pun masih tetap buka seperti Balcony Resto dan Armor Kopi. Tapi, ada pemilik kedai yang memilih tutup seperti Waroeng Pinus yang berdiri di kawasan Tahura Ir Djuanda.
”Dalam insiden itu, saya mendapatkan tiga jahitan di kepala, tapi tadi berdarah lagi. Saya mau periksa lagi ke rumah sakit. Seharusnya saya pun tidak di sini sekarang karena kondisi saat ini belum kondusif,” kata Lianda.
”Setelah selesai, seseorang memukulnya menggunakan kursi. Yang mengeroyoknya bukan undangan sosialisasi,” kata aktivis lingkungan yang menjadi saksi mata peristiwa tersebut, Alvin Hidayat.
Setelah mendapatkan pukulan, ucap Lianda, dirinya langsung menjalani visum, mendapat pengobatan, dan melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian. (yul/bbs)
