Pemerintah, lanjut Wirat, berusaha keras agar tidak terjadi ledakan PHK dari perusahaan minyak. Salah satunya dengan meminta pengurangan pegawai dilakukan secara natural. Termasuk tidak menambah pegawai baru. ”Kalau ada yang pensiun, ya pensiun,” tuturnya.
Berdasar catatan Jawa Pos (induk Bandung Ekspres), selain Chevron, ada Royal Dutch Shell yang dikabarkan memutuskan hubungan kerja dengan 6.500 pegawainya.
Begitu juga perusahaan jasa minyak dan gas bumi, Shlumberger, terhadap 11 ribu karyawannya. Terakhir, PT Pertamina (Persero) juga menyebutkan, opsi pengurangan karyawan di sektor hulu dan pengolahan bisa terjadi. (dim/c7/agm/rie)
