BNN Tolak Program Rehabilitasi Jokowi

”Saat direhabilitasi, mereka diajar soal kedisiplinan, bahkan diajarkan baris-berbaris. Tapi setelah selesai rehabilitasi, mereka bisa jadi akan menggunakan lagi (narkoba) bahkan bisa sambil baris-berbaris,” sindir mantan kabareskrim Mabes Polri ini.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa saat ini ada sekitar 5 juta orang di Indonesia yang sudah menjadi pengguna narkoba. Mereka tak hanya orang kaya yang mampu membeli dan mengonsumsi narkoba. Tapi juga tukang sapu, pelajar, mahasiswa, tukang ojek, dokter, santri, aparat TNI/Polri, bahkan petugas BNN dan anak TK pun sudah ada yang menggunakan narkoba.

Karena itu, dirinya tidak begitu khawatir dengan aksi teror yang diduga dilakukan kelompok teroris di Jakarta, Kamis (14/1) lalu. Dirinya lebih khawatir jika pemberantasan narkotika tidak tertangani secara maksimal. ”Karena lebih darurat narkoba daripada darurat terorisme,” ucapnya.

Ia lantas mencontohkan dalam sehari, akan ada sekitar tiga ribu masyarakat Indonesia yang mati karena narkoba. ”Masak dengan data yang cukup mengerikan ini, kita masih enak-enakan tidur. Sedangkan kemarin bom yang menewaskan tujuh orang, kita sudah heboh hingga seluruh dunia,” ucap Buwas.

Karena itu, lanjut Buwas, BNN berencana untuk melakukan kerja sama dengan TNI dan Polri untuk memberantas bandar narkoba bersama-sama. Ia menilai bandar narkoba adalah musuh terbesar bangsa Indonesia sehingga perlu adanya tindakan tegas.

”Dari pada senjata kami berkarat dan peluru kedaluwarsa, mending kita tembakkan saja ke para bandar narkoba agar tidak seperti Freddy Budiman yang sudah tiga kali lolos dari hukuman mati. Agar dia langsung dihukum mati saat ditangkap,” tuturnya.

Indonesia sendiri masuk dalam pangsa pasar serta pabrikan bagi bandar narkoba yang ada di ASEAN. Dengan temuan itu, Buwas mengaku sedikit miris. ”Langkah saya pada tahun ini akan terus memberantas narkoba hingga ke bandar terbesar. Saat ini BNN provinsi, kota dan kabupaten sudah sangat setuju dan siap bekerja sama memberantas narkoba,” katanya. (sar/jay/asp)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan