Budiman Food juga menyediakan mi serta bakso buatan Claudia. Namun, pembuatannya murni berdasar pesanan. Jadi, dalam sebulan setiap produk itu terjual sekitar 50 kilogram.
Kendati kelasnya masih home industry, yang diraihnya bersama tempe produknya itu sama sekali tak pernah dibayangkan Ben. Maklum, tempe produk sendiri tersebut awalnya hanya untuk konsumsi pribadi. Atau kadang saat menjamu para kolega, terutama yang berasal dari Indonesia.
”Ibu saya dari Malang dan mahir membuat tempe. Saat pindah ke sini pada 1985, dia tetap membuat tempe,” kenang pria yang telah 33 tahun bermukim di AS itu.
Baca Juga:Genjot Tujuh Akses JembatanCimahi Kategori Kota Layak Hidup
Tidak lama setelah Ben tinggal di AS, keluarganya memang menyusul ke Negeri Paman Sam. Termasuk orang tuanya. Tiga dekade di sana, Ben sekeluarga kini telah mengantongi status sebagai US citizen.
Negara Bagian California memang dikenal sebagai rumah besar yang nyaman bagi penduduk dari berbagai etnis. Semacam melting pot. Orang kulit putih dan hitam yang berbaur bersama warga Hispanik, Eropa Timur, serta orang-orang keturunan Asia mudah ditemukan di sana.
Namun, Ben mengungkapkan, status kependudukan itu sama sekali tak melunturkan keindonesiaannya. Dalam perbincangan dengan Jawa Pos (induk Bandung Ekspres) di San Jose bulan lalu, pria kelahiran Lampung, 30 Mei 1963, tersebut masih sangat fasih bertutur dalam bahasa Indonesia.
Begitu juga dengan menu makanan. Lidah ayah dua anak, Benson Budiman dan Gabriel Budiman, tersebut masih sangat akrab dengan menu dari tanah kelahiran. Bagi dia, itu salah satu cara untuk tetap terhubung dengan akarnya: Indonesia. Tempe pun kemudian dijadikan medium ”diplomasi” untuk memperkenalkan negeri kelahiran yang tak pernah ingin dia lupakan.
Sejatinya tanpa berbisnis tempe pun, hidup Ben sekeluarga sudah berkecukupan. Maklum, dia bekerja di sebuah perusahaan teknologi besar yang telah hadir di 170 negara.
”Tapi, saya memang punya misi lebih memperkenalkan Indonesia melalui tempe di Amerika. Sekaligus juga menjaga warisan keluarga sebagai pembuat tempe,” katanya.
Tempe sebenarnya sudah dikenal lama di AS. Berdasar publikasi ilmiah berjudul Possible Sources of Proteins for Child Feeding in Underdeveloped Countries yang termuat dalam American Journal of Clinical Nutrition disebutkan, tempe diketahui di AS sejak 1946.
