Ben Budiman dan Idealisme Menjaga Keindonesiaan via Tempe di AS
Bagi Ben Budiman yang sudah berstatus warga AS, usaha tempe miliknya adalah medium ”diplomasi” memperkenalkan negeri kelahiran. Karena itu, dia menolak berkompromi soal cita rasa.
DINARSA KURNIAWAN, California.
PESANAN dari sejawatnya asal Indonesia itu seperti mengetuk kepala Ben Budiman. Dengan segera dia tersadar: ada peluang usaha yang terbuka di depan mata.
Peluang tersebut bernama tempe. ”Pesanan dari Marvell Technology itu menyadarkan saya, ternyata banyak yang suka tempe bikinan mama saya,” ujar Ben.
Baca Juga:Genjot Tujuh Akses JembatanCimahi Kategori Kota Layak Hidup
Marvell Technology adalah perusahaan di Santa Monica yang didirikan orang Indonesia Sehat Sutarja. Mereka memesan tempe untuk konsumsi para karyawan.
Praktis, jumlah pesanan yang diawali pada 2000 itu tidak sedikit. Dari sanalah Ben yang bernama lengkap Ferdinand Benjamin Budiman tersebut lalu tergerak mendirikan pabrik tempe.
Usaha makanan yang di AS dilafalkan ”tempeh” itu diberi brand Budiman Food. Pabriknya berlokasi tak jauh dari kediaman keluarga Ben di San Jose, California, Amerika Serikat (AS).
Lima belas tahun berselang, Ben yang awalnya datang ke AS untuk belajar ilmu komputer itu justru akhirnya lebih dikenal berkat tempe produknya. Jaringan pembeli tetap sudah dia miliki.
Tidak kurang 12 tempat di seantero Negara Bagian California menjual tempe buatan Ben dan istrinya, Claudia Budiman, tersebut. Mulai resto di San Jose dan Berkeley, toko makanan Asia di Hayward, sampai distributror individual di Sacramento.
Ben yang sehari-hari bekerja sebagai software engineer di IBM kerap membawa barang jualannya tersebut ke sejumlah festival dan gathering. Selain itu, dia membuat website khusus untuk Budiman Food yang berisi cara pemesanan tempe serta berbagai informasi mengenai makanan tersebut. Di situs itu, dia menyebut tempenya sebagai ”Tempe Malang”.
Dalam sebulan pria bernama lengkap Ferdinand Benjamin Budiman itu mampu menjual tempe sampai 3 ribu potong. Berat satu potong 300 gram. Berarti dalam sebulan dia menjual sampai 900 ribu gram atau 900 kilogram tempe.
