Pada 1960 Cornell University melakukan riset tentang tempe. Setahun berselang, Mary Otten menjadi orang AS pertama yang membuat tempe. Lalu, tempe pertama dijual di negeri yang dipimpin Barack Obama itu oleh Gale Randall di Undadilla, Nebraska, pada 1975.Dalam perjalanannya, tempe di AS sudah sering dimodifikasi untuk disesuaikan dengan taste setempat. Di antaranya, dicampur dengan gandum, biji bunga matahari, wijen, atau campuran lainnya. Kebanyakan tempe diolah menjadi aneka menu untuk orang-orang vegetarian.
Tapi, sesuai misinya memperkenalkan Indonesia, Ben menghindari kompromi seperti itu. Dia tidak tertarik untuk memodifikasi produk buatannya. Dia tetap bertahan pada idealisme bahwa tempe adalah produk asli Indonesia yang hanya dibuat dari hanya kedelai yang difermentasi. ”Kalau mau makan tempe, ya yang original. Ini adalah warisan keluarga saya,” ujar Ben.
Keaslian itu pula yang lantas mengikat konsumennya. Ari Sufiati, perempuan asal Indonesia yang tinggal di San Francisco, mengaku selalu memesan makanan buatan Ben untuk dikonsumsi sendiri bersama keluarga. Juga, ketika ada acara-acara dengan komunitas warga Indonesia di AS.
Baca Juga:Genjot Tujuh Akses JembatanCimahi Kategori Kota Layak Hidup
”Taste-nya sangat Indonesia. Keluarga dan teman-teman saya cocok dengan rasanya,” terang perempuan asal Surabaya itu.
Kendati usahanya berkembang pesat, Ben tidak mau menyebut nominal keuntungan yang dihasilkan dari bisnis kuliner khas Indonesia tersebut. ”Pokoknya, keuntungannya sudah lumayan lah,” paparnya.
Sampai kini, usaha tersebut tetap dikelola sendiri oleh Ben dan Claudia. Biasanya mereka bekerja membuat tempe pada akhir pekan. Sedangkan sehari-hari, ketika Ben bekerja, Claudia-lah yang mengurusi pabrik milik mereka.
Memang tebersit di benak Ben untuk membesarkan usahanya tersebut. Namun, itu terbentur ongkos tenaga kerja yang mahal di AS. Dia membuka tangan jika ada pihak yang mau bekerja sama dengannya untuk meningkatkan skala bisnis. ”Asal setuju dengan syarat utamanya: tetap mempertahankan cita rasa Indonesia,” katanya. (*/c10/ttg/rie)
