oleh

Paket Ekonomi Efektif Akhir September

JAKARTA – Para pelaku ekonomi yang sudah menunggu-nunggu khasiat obat antikrisis dalam bentuk paket ekonomi yang baru saja diluncurkan pemerintah, diharap sedikit bersabar.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, deregulasi mau pun debirokratisasi yang terkait dengan perubahan aturan memang membutuhkan waktu sebelum payung hukum yang baru disahkan. Namun, dia menjanjikan jika semuanya akan dikebut. ”Targetnya selesai dalam satu atau dua pekan ini,” ujarnya saat ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma sebelum menemani Presiden Jokowi dalam kunjungan ke Timur Tengah kemarin (11/9).

Baca Juga:  Butuh Dua Tahun Pengerjaan, Berapa Biaya Pembangunan Jalan Layang Laswi dan Jakarta?

Sebagaimana diketahui, pemerintah menjanjikan deregulasi dan debirokratisasi besar-besaran untuk menggairahkan kembali perekonomian yang tengah lesu. Sebanyak 134 aturan pun disasar untuk dipangkas. Mulai dari 17 peraturan pemerintah, 11 peraturan presiden, 2 instruksi presiden, 96 peraturan menteri, dan 8 aturan lainnya.

Darmin menyebut, untuk beberapa aturan yang dinilai krusial, pemerintah akan berusaha bergerak lebih cepat. Misalnya, terkait pengembangan kawasan industri yang payung hukumnya setingkat peraturan pemerintah. ”Termasuk aturan dalam bentuk peraturan pemerintah dan peraturan presiden akan dipercepat,” katanya.

Baca Juga:  Begini Alasan Salat Taraweh Cepat Bedasarkan Ilmu Fiqih

Menurut mantan dirjen pajak dan gubernur Bank Indonesia itu, berhubung presiden akan berkunjung ke luar negeri selama lima hari dari 11 – 15 September, maka proses penyelesaian 17 peraturan pemerintah dan 11 peraturan presiden akan dituntaskan dalam tiga hari setelah presiden kembali ke Indonesia. Selama presiden di luar negeri, proses administrasi di Sekretariat Negara dan Kemenkumham terus berjalan. ”Jadi, pada 19 September kita targetkan sudah tuntas,” ucapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga