oleh

Mengikis Praktik Rentenir

[tie_list type=”minus”]Kerja Berat untuk Koperasi Cimahi [/tie_list]

CIMAHI – Dinas Koperasi Perindustrian, Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Cimahi meminta masyarakat untuk mewaspadai praktik rentenir yang mengatasnamakan koperasi.

Kepala diskopindagtan Kota Cimahi, Huzen Rachmadi mengatakan, para rentenir ini bisa saja beraksi dengan mengatasnamakan koperasi simpan pinjam. Namun hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan tentang adanya penipuan dengan modus seperti ini. ”Yang paling kentara adalah koperasi simpan pinjam,” ujarnya.

Huzen menambahkan, bisa saja ada praktik seperti itu. Oleh karena itu, Pihaknya tidak akan segan menindak tegas untuk membubarkan koperasi tersebut jika memang terbukti mengambil keuntungan sepihak.

Dia berharap, jika ada yang mengaku dari koperasi dan menawarkan pinjaman uang, masyarakat diminta untuk segera melapor kepada Diskopindagtan. Hal ini untuk dikroscek, apakah koperasi itu benar atau tidak.

”Ini adalah upaya kita untuk memerangi para rentenir. Bila ada kejadian seperti ini, kita akan bubarkan koperasi itu,” tegasnya.

Huzen menambahkan, saat ini keberadaan koperasi-koperasi yang terdapat di Kota Cimahi ini tidak ada yang melakukan kegiatan-kegiatan tersebut. Sebab pihaknya terus melakukan pembinaan. Dari 388 koperasi yang ada di Cimahi, hampir seluruhnya masih aktif.

”Selama ini koperasi itu juga tidak ada yang melakukan praktik rentenir karena Kita terus intensif memberikan pembinaan,” katanya.

Menurutnya, ada beberapa ciri koperasi yang murni simpan pinjam dan mana rentenir yang berkedok koperasi. Salah satunya, koperasi hanya bisa memberikan pinjaman pada anggotanya. Sebaliknya, rentenir membolehkan siapapun untuk meminjam dengan catatan bunga berjalan.

Sementara itu untuk mengikis praktik rentenir di Cimahi, Ketua Koperasi Pasar Tradisional dan PKL Cimahi Andri Gunawan mengatakan, saat ini koperasi pasar tradisional dan PKL Cimahi mencoba merangkul para pedagang pasar. Terutama pasar Cimindi agar mereka dijadikan anggota.

”Untuk merangkul mereka (pedagang pasar dan Pkl) memang cukup sulit. Sebab, kita (pihak koperasi) bersaing dengan dengan rentenir dan bank. Apalagi rentenir, biasanya memberikan kemudahan dalam peminjamannya,” ujarnya. (gat/rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga