oleh

Barca Menang, Real Imbang

[tie_list type=”minus”]Gelar Ke-23 Tinggal Selangkah[/tie_list]

BARCELONA – Jornada ke-36 jadi titik awal yang menentukan peta persaingan antara Barcelona dan Real Madrid berebut tahta juara Primera Division musim ini. Selipnya El Real di Santiago Bernabeu memberikan keuntungan besar bagi Barcelona yang mampu melanjutkan tren kemenangannya.

Real gagal melawan kutukan anti ibukota dari Valencia setelah hanya bermain imbang 2-2 di kandang sendiri. Bahkan, Real nyaris saja dibuat malu andai Isco tak dapat menyamakan kedudukan enam menit jelang laga usai. Sebelum gol Isco terjadi, Valencia sudah leading lewat gol Francisco Alcacer dan Javi Fuego. Satu gol Real dicetak Pepe.

Los Blancos seakan panic karena beberapa jam sebelumnya Barcelona dapat melanjutkan tren tiga poinnya. Di Camp Nou, Barca menekuk tamunya Real Sociedad dengan dua gol tanpa balas. Neymar dan Pedro Rodriguez menjadi kunci Barca menuju tahta ke-23 lewat golnya di menit ke51 dan 86.

Tambahan tiga angka La Blaugrana itu menggenapi gap antar kedua klub rival klasik ini jadi empat angka. Barca melesat di puncak dengan 90 poin, sedangkan Real melambat dengan 86 poinnya. Artinya, Luis Enrique hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengangkat trofi Primera Division musim ini.

Uniknya, sebagaimana yang diberitakan Marca, perayaan pesta juara bisa mereka lakukan di ibukota, Madrid, karena pada jornada ke-37 nanti Lionel Messi dkk akan bertandang ke Vicente Calderon, markas Atletico Madrid yang notebene merupakan klub satu kota Real (18/5). ”Tiga poin ini vital bagi kami,” ujar Enrique, dikutip dari AS.

Enrique memuji performa anak asuhnya yang tetap mempertahankan grafik terbaiknya di dua ajang penting. Baik di Primera Division atau Liga Champions. Terbukti, dalam tujuh laga terakhirnya di dua ajang tersebut, Barca tidak terkalahkan dan mencatatkan tujuh kali cleansheet.

Catatan itu menyamai pencapaian mereka di awal musim yang juga tidak kebobolan dalam tujuh laga. Diakuinya, di balik kemenangan ke-29 itu pun anak asuhnya sudah merasa kelelahan fisik ataupun psikisnya. Maklum, setelah tengah pekan lalu berhasil membungkam Bayern Muenchen di Camp Nou, tengah pekan nanti ganti ujian di Allianz Arena yang mesti mereka taklukkan untuk meraih final Liga Champions.

Dengan berbagi fokus itu, dia berterima kasih kepada Pedro Rodriguez yang bisa tampil sebagai supersub. Jarang dimainkan, dan bermain dari bangku cadangan menggantikan Rafinha di menit ke-82, gol akrobatik empat menit setelah dia masuk ke lapangan menjadi bukti skuad Barca sudah merata antara inti dan pelapis.

”Pedro luar biasa. Dia adalah pemain kelas atas. Musim ini dia jarang mendapat peluang bermain, tapi dia selalu layak dimainkan. Dia pemain yang berdedikasi, dan bisa menyenangkan setiap pelatih. Golnya kali ini sangat spektakuler,” pujinya, dikutip dari FourFourTwo.

Sebaliknya dengan Real. Pelatih Carlo Ancelotti dilansir dari Associated Press sudah melempar handuknya untuk dapat mengejar Barcelona. Dua jornada ke depan Iker Casillas dkk bertandang ke Espanyol (18/5) dan Getafe (23/5). Sekalipun meraih poin sempurna pada dua laga itu, Real hanya bisa menunggu Barca selip dari dua laga terakhir.

Bisa mengharapkan dari Atleti atau Deportivo La Coruna (23/5). ”Benar-benar kondisi tersulit bagi kami, tapi kami akan tetap mengupayakan yang terbaik. Masih ada dua laga ke depan, dan kami harus berhasil memenangkan kedua-duanya,” koar Ancelotti setelah laga.

Padahal, apabila melihat jalannya laga, harusnya Real bisa memenangi duel tersebut. Di menit ke-45, harusnya Cristiano Ronaldo mencatatkan namanya di papan skor andaikan tendangan penaltinya tidak mampu diamankan oleh penjaga gawang Valencia, Diego Alves.

Berbeda dengan Barca yang tetap menjaga fokusnya dalam dua turnamen, Real mungkin sedikit terbebani setelah di leg pertama semifinal Liga Champions lalu tumbang di Turin dengan skor 1-2 atas Juventus (6/5). Tengah pekan nanti, Real harus menghadapi laga do or die di Santiago Bernabeu.

Terlepas dari kecilnya peluang juara Primera Division, satu-satunya yang harus segera diperbaiki Ancelotti adalah efektivitas serangannya. ”Banyak peluang untuk mencetak gol, tapi gagal dimanfaatkan,” cetusnya. Statistik menyebut, 20 kali shots, 10 on goal dan 10 off goal, harusnya bisa memenangkan Real.

Senada dengan Ancelotti, bek Pepe yang menyumbangkan satu gol ke gawang Valencia juga sudah menyerah mengejar trofi. Yang bisa dilakukan Real saat ini hanyalah bermain dengan sebaik-baiknya. ”Sisa laga harus dijalani dengan penuh kebanggaan, dan mencoba memenangi semuanya (tanpa harus melihat hasil dari Barca),” tegasnya. (ren/asp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga