oleh

Kemristek Bantu Kembangkan Sapi

[tie_list type=”minus”]Demi Ketahanan Pangan Masyarakat Jabar[/tie_list]

COBLONG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Riset Dan Teknologi (Kemristek) merancang draft Memorandum of Understanding (MoU). Kepentingan MoU iini untuk program pengembangbiakan sapi khas Jawa Barat atau sapi Pasundan. Bertujuan untuk melahirkan kajian Quick Win 2015.

program pengembangbiakan sapi
JP PHOTOSERING IMPOR: Jabar sering kekurangan sapi. Oleh karena itu, Pemprov Jabar bersama Kemristek bantuk kembangbiakkan sapi Pasundan.

Plt Sekda Provinsi Jabar Iwa Karniwa mengatakan, Jawa Barat sebetulnya memiliki salah satu jenis sapi Pasundan yang bentuyknya hampir mirip dengan sapi Bali. Namun, saat ini fisik sapi Pasundan sudah banyak hasil silang. Sehingga, diragukan keasliannya. Oleh karena itu, pemprov di bawah Dinas Peternakan melakukan kajian secara ilmiah dengan kembali memurnikan keturunan dari sapi Pasundan tersebut.

’’Nah nanti Bersama Kemenristek, kita akan melakukan pengembangbiakan sapi asli Jabar, yakni Sapi Pasundan,” ujar Iwa ketika ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, kemarin (6/5).

Lebih lanjut Iwa menjelaskan, pengembangan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jabar akan daging sapi. Pasalnya, Jabar kerap kekurangan daging sapi sehingga mengandalkan pasokan dari provinsi lain. ’’Selain untuk menyejahterakan masyarakat, pengembangan Sapi Pasundan ini bagi dari upaya meningkatkan ketahanan pangan,” paparnya.

Nantinya, pengembangbiakan sendiri akan dipusatkan di beberapa titik daerah Jawa Barat. Rencananya dikembangkan di tiga daerah. Yakni, Cianjur, Bandung Raya, dan Sukabumi. Menurut dia, kerja sama multi pihak seperti ini punya arti sangat penting. Sebab, persoalan sapi butuh dukungan dan sinergitas dari pihak lainnya.

Draft MoU sendiri akan ditandatangi Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Menristek Mohamad Nasir. Selanjutnya, kerja sama akan diperluas dengan menggandeng stakeholder lain. Seperti, dari perguruan tinggi dan pihak lain yang paham soal pengembangan sapi. ’’Kita akan rancang perjanjian yang lebih luas lagi, di antaranya dengan menggandeng Fakultas Peternakan Unpad,” pungkasnya. (yan/tam)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga