Tolak Revitalisasi Pasar Panorama

Pedagang Anggap Matikan Usaha Kecil

LEMBANG – Isu revitalisasi Pasar Panorama Lembang menjadi pasar modern atau mall membuat para pedagang geram. Pasalnya, pedagang menuding pihak Pemda hanya memikirkan para investor tanpa melihat ekonomi rakyat kecil.

Lisna Martina, 39, pedagang Pasar Panorama Lembang menyatakan, keberatan jika pasar tradisional ini dirubah menjadi mall. Menurut dia, jika pasar yang penuh sejarah ini dirubah menjadi mall megah, sama saja dengan mematikan roda perekonomian masyarakat kecil.

”Pasar tradisional ini (Panorama) merupakan pasar di mana kami mencari uang untuk kehidupan sehari-hari. Apalagi, kami sebagai masyarakat kecil menggantungkan hidup kami untuk berjualan di pasar ini. Kami keberatan jika pasar ini dibuat sebuah mall,” Sesalnya kepada wartawan, kemarin.

Dia berharap, pemerintah juga dapat menolak jika ada investor yang mau merubah pasar tradisional menjadi pasar modern. Jangan sampai, demi pengusaha besar, malah mengorbankan rakyat kecil. ”Pemerintah jangan mau tergoda dengan pengusaha besar dengan mengorbankan rakyat kecil. Jangan dirubah, ini pasar rakyat kecil,” bebernya.

Bahkan, para pedagang di Pasar Panorama Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Panorama Lembang secara tegas menolak wacana alihfungsi pasar menjadi mall. Penolakan tersebut secara tegas dibubuhkan melalui surat Paguyuban yang dilayangkan kepada Bupati Bandung Barat, Abubakar dan DRPD Bandung Barat pada pertengahan bulan Februari yang lalu.

”Para pedagang di sini (Panorama Lembang) secara tegas menolak rencana pemerintah yang akan melakukan revitalisasi serta akan mengubah pasar menjadi mall. Kami sudah layangkan surat kepada bupati dan DPRD,” tegas Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Panorama, Agus Aminudin saat dihubungi.

Walaupun belum ada tanggapan dari Bupati maupun DPRD mengenai surat yang dilayangkannya, Agus tetap berharap Pemerintah Bandung Barat tidak melakukan revitalisasi pasar tersebut. Pasalnya, jika dilakukan revitalisasi, dipastikan nasib para pedagang akan terusir dari tempat pasar tersebut. Apalagi, kata dia, kondisi perekonomian saat ini sedang tidak menentu dengan naiknya berbagai kebutuhan pokok.

”Pemerintah harus memikirkan ekonomi rakyat kecil. Jangan sampai, rakyat kecil menjadi korban lagi. Lihat kami pedagang kecil yang keuntungannya tidak besar, malah harus dipindahkan dan dijadikan mall. Kalau pemerintah merubah pasar menjadi mall, berarti tidak memikirkan rakyat kecil,” bebernya.

Sementara itu, saat di konfirmasi kepada Ketua Komisi II DPRD KBB, Dadan Supardan mengatakan, sampai saat ini, pihaknya belum menerima surat penolakan revitalisasi Pasar Panorama yang dilayangkan oleh Paguyuban Pedagang. ”Tidak ada, sejauh ini kita belum menerima surat penolakan dari pedagang Pasar Panorama,” katanya

Namun, secara prinsip sambung Dadan, jika memang terdapat penolakan dari para pedagang, pihaknya sangat mendukung aspirasi warga pasar tersebut, asalkan penolakan tersebut rasional, realistis, positif dan terbaik bagi keberlangsungan para pedagang kecil.

Rencana pemerintah yang akan melakukan revitalisasi harus juga melakukan musyawarah dengan para pedagang. Setelah dilakuan pembahasan antara pemerintah dengan pedagang, nanti bakal diketahui jalan terbaiknya. ”Harus duduk bersama membahas soal revitalisasi pasar tersebut dengan pedagang. Jangan sampai menimbulkan masalah dan merugikan salah satu pihak,” tandasnya. (drx/fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.