Polwan Hello Kitty Sosialisasi Tertib Lalu Lintas

Turun Langsung ke Pemukiman

[dropcap]C[/dropcap]IMAHI – Jajaran Satlantas Polres Cimahi bersama Polwan Hello Kitty melakukan sosialisasi Operasi Simpatik Lodaya 2015. Operasi tersebut dilakukan mulai hari ini, Selasa (1/4) sampai 21 April 2015.

Sosialisasi ini langsung menurunkan para Polwan Hello Kitty dari Satuan Lalu lintas Polres Cimahi. Para Polwan yang saat itu langsung turun ke jalan hingga memasuki gang-gang di sekitaran jalan Jendral Amir Macmud dan beberapa wilayah di kota Cimahi, mendapatkan sambutan yang hangat dari warga.

Dengan menggunakan mobil patroli Hello Kitty, petugas Polwan ini tak ragu untuk mensosialisasikan pelaksanaan Operasi Simpatik Lodaya 2015. Dalam sosialisasinya, para Polwan ini membagi-bagikan brosur tertib berlalu lintas. Pangkalan ojek pun tak luput dari sasaran sosialisasi.

Sosialisasi ini sempat menjadi pusat perhatian masyarakat. Karena, petugas yang turun adalah polisi-polisi cantik dan masih muda yang baru lulus tahun 2015 kemarin.

Salah satu tukang ojek yang saat itu sedang berada di pangkalan Jalan Gandawijaya Dadan Supriatna, 34, mengaku aneh. Karena yang turun kejalan bukan seperti biasanya dilakukan oleh petugas Polisi yang mayoritasnya adalah kaum adam. ”Unik, karena biasanya polisi laki-laki yang turun ke lapangan. Sekarang polwan. saya baru lihat pertama kali polisi wanita turun ke masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya polisi Hello Kitty yang turun ke lapangan, masyarakat pun mengaku tidak takut lagi terhadap anggota polisi. ”Sekarang polisinya ramah-ramah, dan cantik-cantik. Saya apresiasi dengan adanya polwan turun ke masyarakat. Jadi image polisi tidak seram lagi,” kata Ilham, 25, warga Jalan Abdul Halim.

Anggota Polwan Hello Kitty, Ipda Nina Farlina mengungkapkan, dalam patroli polwan Hello Kitty kali ini pihaknya mensosialisasikan Operasi Simpatik Lodaya 2015. ”Sosialisasi kami lakukan agar pengguna kendaraan dapat mempersiapkan kelengkapan kendaraan sebelum beraktifitas. Selain mentaati peraturan lalu lintas, cek juga kelengkapan dan kondisi fisik pengendaranya,” ungkapnya disela-sela sosialisasi, kemarin (31/3)

Nina menjelaskan, operasi simpatik bukan untuk menjadikan masyarakat takut, melainkan menumbuhkan rasa peduli dan aman kepada masyarakat. Tentunya dengan tetap berpedoman kepada aturan hukum dan peraturan yang berlaku.

”Kami selalu menekankan kepada setiap pengguna kendaraan untuk membawa surat-surat kendaraan bermotor. Bagi pengendara sepeda motor, lengkapi diri dengan helm dan menyalakan lampu di siang hari,” terangnya.

Dalam pelaksanaan operasi simpatik nanti, pihaknya tetap mengedepankan pola pendekatan preventif dan edukatif. Namun tidak meninggalkan langkah yang bersifat represif dengan penilangan bila pengguna kendaraan melakukan pelanggaran berat.

”Karena imbauan yang dirasakan tidak tersentuh langsung, maka kami langsung mendatangi warga yang berada di gang-gang,” ujarnya. Diharapkan Nina, sosialisasi ini bisa lebih menyentuh dan mengena pada masyarakat, sehingga masyarakat selalu tertib berlalulintas,” pungkasnya. (mg18/fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.