Berkomitmen Sejahterakan Guru, Ini Program yang Tengah Digulirkan Pemkab Bandung Barat 

Ribuan guru dan pelajar turut meriahkan acara gerak jalan santai dan heleran guna peringati HUT PGRI ke-77 serta HGN di Plaza Pemerintah Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (26/11/2022). (ilustrasi)
Ribuan guru dan pelajar turut meriahkan acara gerak jalan santai dan heleran guna peringati HUT PGRI ke-77 serta HGN di Plaza Pemerintah Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (26/11/2022). (ilustrasi)
0 Komentar

BANDUNG BARAT – Pemkab Bandung Barat berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan para guru. Salahsatunya dengan mengangkat guru honorer menjadi PPPK (P3K).

Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk memperjuangkan nasib guru agar mendapatkan penghasilan yang layak.

“Kalau guru honorer kan penghasilannya hanya Rp300 ribu per bulan. Namun jika diangkat menjadi tenaga P3K mendapatkan penghasilan Rp3,4 juta sampai Rp6 juta perbulan,” katanya, Sabtu (26/11/2022) lalu.

Baca Juga:Selamatkan Siswa dari Ancaman XBB, Disdik KBB Minta Sekolah Perketat ProkesFANTASTIS! Rp 1 Juta Per Hari dari Saldo DANA, Mau Triknya? Simak Ulasannya di Bawah

Dia menambahkan, sejauh ini kebijakan yang dikeluarkan Pemkab Bandung Barat untuk rekrutmen tenaga guru P3K menjadi salah satu jumlah terbanyak di Provinsi Jawa Barat.

“Saya tetap berkomitmen memperjuangkan nasib guru honorer. Hingga saat ini sebanyak 2.400 orang honorer telah diangkat menjadi tenaga P3K,” katanya.

“Pengangkatan guru honorer menjadi PPPK di Bandung Barat ini adalah yang paling besar se Jawa Barat. Inilah bentuk komitmen dan keberpihakan pemerintah kepada guru honorer,” jelasnya.

Hengky menyebut, anggaran yang dikeluarkan untuk Guru PPPK setiap tahunnya hampir mencapai Rp 100 miliar.

“Mari bersama-sama mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas di Kabupaten Bandung Barat yang kita cintai,” katanya.

Dia menegaskan, peran guru dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas mempunyai andil yang luar biasa. “SDM berkualitas merupakan modal penting untuk menuju Bandung Barat Ekonomi Kuat 2030,” tuturnya.

Selain terus menambah kuota P3K guru, kata Hengky, pihaknya pun telah mengajukan penambahan kuota untuk P3K tenaga kesehatan di Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga:70 Ribu Warga Kabupaten Bogor Sudah Skrining HIV, Jumlah Kasus Positif Fantastis!Proyek Hotel Sayaga Milik BUMD Menuai Sorotan, Simak Pernyataan “Pedas” Ketua DPRD

“Mudah-mudahan hal tersebut seiring dengan bertambahnya dana transfer dari pemerintah pusat,” katanya.

Hengky menambahkan, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyiapkan program rumah murah bagi para tenaga guru P3K.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam memperhatikan nasib para guru di Kabupaten Bandung Barat.

Seperti diketahui, Pemkab Bandung Barat telah merekrut tenaga P3K guru pada tahun 2022 yang lulus pada tahap pertama 1.714 orang dan tahap kedua sebanyak 743 orang.

Hengky menjelaskan, program rumah murah ini untuk memfasilitasi para guru P3K yang belum memiliki rumah tinggal pribadi.

0 Komentar