JABAR EKSPRES – Aparat gabungan menyegel lokasi penggalian pasir di Kampung Sudimampir Hilir, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), setelah aktivitas tersebut ramai dikeluhkan warga dan viral di media sosial.
Keluhan warga terkait dugaan aktivitas tambang pasir ilegal itu pertama kali mencuat melalui unggahan akun Threads resti.resres. Dalam unggahannya, warga menyebut aktivitas penggalian pasir terjadi tepat di depan rumah orang tuanya, di Kampung Sudimampir Hilir RT 04 RW 18, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang.
Unggahan tersebut disertai foto lahan yang tampak digali menggunakan alat berat. Warga mengaku telah melaporkan aktivitas itu kepada pengurus RT dan RW setempat, namun tidak mendapat tindak lanjut. Bahkan, dalam keterangannya, ia menuding adanya dugaan praktik suap yang membuat laporan warga tidak ditanggapi secara serius.
Baca Juga:Tunda Publikasi Kajian Tambang Ilegal Penyebab Banjir Sumatra, ESDM Ingin Masyarakat Fokus Misi KemanusiaanLakukan Pemetaan, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Bidik Operasi Tambang Ilegal
“Kami sudah lapor RT/RW, tapi tidak ada hasil. Bahkan sempat dimediasi pihak desa, namun justru diminta untuk tidak memikirkan penggalian,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Keluhan serupa juga diunggah melalui akun TikTok Nindira Guntari. Dalam video yang diunggah, terlihat aktivitas penggalian pasir menggunakan alat berat dengan jarak yang disebut hanya sekitar tujuh meter dari rumah warga.
Dalam keterangannya, Nindira menyebut awalnya aktivitas di lokasi tersebut diinformasikan sebagai rencana pembangunan perumahan. Namun, dalam praktiknya, lahan justru digali secara masif hingga memunculkan material pasir hitam.
“Di kampung kami ada penggalian pasir ilegal dan jaraknya sangat dekat dengan rumah warga. Kami takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika terus dibiarkan,” tulis Nindira dalam keterangan videonya.
Unggahan di TikTok itu pun menuai ribuan respons dari warganet. Banyak pihak mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah segera turun tangan karena khawatir terhadap potensi longsor, kerusakan lingkungan, serta ancaman keselamatan warga.
Sejumlah warganet juga menandai akun pejabat publik, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, agar laporan warga tersebut mendapat perhatian serius. “Tolong kami pak KDM,” kata Resti dalam akun Threads miliknya.
Menindaklanjuti keluhan warga yang viral di media sosial, aparat gabungan dari Satpol PP Jawa Barat, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) mendatangi lokasi penggalian pasir di Kampung Sudimampir Hilir pada Jumat (2/1/2026).
