JABAR EKSPRES – Kondisi Bandung Zoo yang tengah terhimpit persoalan internal menjadi perhatian pengunjung pada momen libur Tahun Baru. Meski belum beroperasi secara normal, kebun binatang tersebut tetap dibuka dengan sistem donasi.
Bandung Zoo saat ini menghadapi persoalan internal yang berujung pada penutupan operasional. Dampaknya, kemampuan pengelola dalam memenuhi kebutuhan pakan satwa ikut terganggu.
Dalam sebulan, biaya pakan mencapai sekitar Rp415 juta atau Rp13 juta per hari. Sejumlah pengunjung mengaku prihatin dengan kondisi satwa. Tedy (28), salah seorang pengunjung, mengatakan, dirinya melihat beberapa hewan tampak lemas saat dikunjungi.
Baca Juga:Relawan PNM Kembali Turun Langsung Salurkan Bantuan dan Kuatkan Korban BencanaDe Braga by ARTOTEL Resmi Perkenalkan General Manager Baru dan Raih Sertifikasi GSTC
“Saya prihatin, Hewan-hewan juga kaya pada lemas. Harapannya minimal kaya dulu lagi, ngga ada permasalahan seperti sekarang,” kata Tedy kepada wartawan di Bandung Zoo, Jumat (2/1).
Tedy mengaku memiliki kenangan masa kecil dengan Bandung Zoo. Ia datang bersama anaknya untuk mengulang pengalaman serupa.
“Waktu kecil saya sering di bawa ke sini sama orang tua. Sekarang giliran saya buat ajak anak ke sini, belajar sambil rekreasi lah,” ucapnya.
Pengunjung lainnya, Agus (46), juga menyampaikan kekhawatiran serupa. Dia mengetahui bahwa Bandung Zoo tengah dilanda berbagai persoalan, mulai dari isu korupsi hingga konflik internal.
Menurutnya, kebun binatang tersebut memiliki nilai historis yang tak tergantikan. Agus berharap Bandung Zoo tidak ditutup atau dipindahkan. Dia ingin kenangan masa kecilnya tetap bisa dirasakan oleh anak-anaknya.
“Jangan sampai ditutup dan dipindahkan. Jadi semoga situasinya lekas pulih seperti biasa,” harapnya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan bahwa Kebun Binatang Bandung harus tetap menjadi ruang terbuka hijau kota. Dengan luas sekitar 11,7 hektare, kawasan tersebut dinilai memiliki peran penting bagi lingkungan perkotaan.
Baca Juga:20 Delegasi Internasional Hadir di Bandung, JCI Dorong Kolaborasi Bisnis BerkelanjutanGelar CSR di Cimanggung, PT MBK Ventura Ajak Kelola Keuangan dan Peduli Lingkungan
“Kami berkomitmen menjaga kawasan Kebun Binatang Bandung sebagai ruang terbuka hijau yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Ruang hijau di tengah kota ini penting, tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga untuk kualitas hidup masyarakat,” katanya beberapa waktu lalu.
Farhan menjelaskan pengelolaan Bandung Zoo masih berada di bawah Yayasan Margasatwa Tamansari. Adapun kewenangan perizinan konservasi satwa berada di Kementerian Kehutanan.
