Sawah di Tengah Beton, Ketika Kota Memakan Lumbung Pangannya

Lahan sawah di samping Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung dikepung gedung dan jembatan layang. (Grafis diolah A
Lahan sawah di samping Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung dikepung gedung dan jembatan layang. (Grafis diolah AI)
0 Komentar

Namun Yosep mengakui bahwa sampai saat ini pihaknya belum pernah menanam padi. Tanaman pokok itu memang penting, tapi sulit direalisasikan di Buruan Sae. “Kalau padi butuh lahan yang luas, bisa sih ditanam tapi hasilnya tentu tidak seberapa,” cetusnya.

Pemkot Investasikan Sawah Produktif untuk RS Derwati

Konsistensi Pemkot Bandung dalam menjaga lahan pertanian kini juga diuji dengan Rencana Pembangunan Rumah Sakit Derwati. Fasilitas kesehatan itu bakal dibangun di lahan sawah produktif.

Lahan yang dimaksud terletak di Kelurahan Derwati, tepatnya di samping Jalan Tol Padaleunyi dan Rest Area KM 147. Proyek tersebut statusnya penawaran investasi.

Baca Juga:Pemerintah Dorong Pengembangan Jargas di Gresik dan Sidoarjo245 Lulusan Perguruan Tinggi Tasikmalaya Dilepas Magang Nasional, Bukan Sekadar Pegang Ijazah

Proyek dengan luas lahan sekitar 3,418 hektar itu masuk dalam 12 proyek strategis dalam ajang West Java Investment Challenge (WJIC) 2026. Tanah itu posisinya dalam kendali PT Bandung Infra Investama (BII) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkot Bandung. Oleh PT BII, lahan itu dikerjasamakan dengan Kelompok Tani Mandiri Derwati dengan konsep bagi hasil.

Pantauan Jabar Ekspres Kamis (17/9), lahan itu masih berupa lahan pertanian produktif. Padi yang siap panen juga nampak subur di kawasan tersebut.

Ruli, salah satu petani di lokasi menceritakan bahwa dalam setahun lahan itu bisa panen padi 2 sampai 3 kali. “Tergantung cuaca juga, yang sering adalah 2 kali,” cetusnya.

Di sisi lain, berkaitan dengan rencana investasi tersebut Wali Kota Bandung M Farhan sempat merespon. Ia mengaku belum memberikan izin kelanjutan proyek tersebut.

“Saya belum ngasih izin,” jelasnya saat ditanya kelanjutan proyek, Kamis (17/9).

Pertanyaan itu juga berkaitan dengan kondisi lahan pertanian di Kota Bandung yang kian menipis. Lalu Wali Kota Farhan juga menekankan akan menahan lebih dulu proyek tersebut.

“Oh iya (ditahan dulu. Red). punya PT BII, itu punya BUMD, Bos. Tenang, itu di bawah kontrol kami,” katanya.

Baca Juga:Fakta! Ternyata Gubernur Sherly Tjoanda – Ahmad Luthfi Sering Duduk BerdampinganTiga Rumah Panggung di Bojonggambir Ludes Dilalap Api, Diduga Bara Tungku Gula Aren Jadi Pemicu

Lalu dalam kesempatan itu juga Farhan juga mengakui bahwa lahan pertanian di Kota Bandung memang cukup terbatas. Namun pihaknya menegaskan ada beberapa langkah untuk menjaga lahan pertanian yang tersisa.

0 Komentar