Sawah di Tengah Beton, Ketika Kota Memakan Lumbung Pangannya

Lahan sawah di samping Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung dikepung gedung dan jembatan layang. (Grafis diolah A
Lahan sawah di samping Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung dikepung gedung dan jembatan layang. (Grafis diolah AI)
0 Komentar

Lalu, untuk pembeli beras di tokonya kini juga didominasi masarakat umum untuk konsumsi pribadi atau usaha makanan. Polanya sudah bergser sejak 10 tahun terakhir. “Dulu masih banyak pedagang beras eceran yang beli di sini untuk dijual kembali, tapi sekarang tidak banyak,”sambungnya.

Menurut Vian, saat ini para produsen beras sudah banyak yang melayani pengiriman beras dalam partai kecil. Termasuk langgannnya dari luar Jawa Barat. Sehingga hal tersebut memangkas rantai distribusi bahwa pasar induk tak lagi rujukan utama pedagang beras. “Jadi dari penggilingan ada yang langsung ke pengecer, biasanya mereka pesan dan dikirim sekalian lewat mengirimkan pesanan partai besar,” sambungnya.

Buruan Sae Belum Bisa Hasilkan Beras

Pemkot Bandung punya program andalan berkaitan dengan upaya menciptakan ketahanan pangan. Namanya adalah Buruan Sae. Konsepnya memanfaatkan lahan-lahan sisa di RT/RW untuk bercocok tanam.

Baca Juga:Pemerintah Dorong Pengembangan Jargas di Gresik dan Sidoarjo245 Lulusan Perguruan Tinggi Tasikmalaya Dilepas Magang Nasional, Bukan Sekadar Pegang Ijazah

Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar menjelaskan, setidaknya sampai saat ini sudah ada 555 kelompok Buruan Sae yang tersebar di 151 kelurahan di Kota Bandung. “Kami akan berupaya menambah, itu juga salah satu strategi mewujudkan ketahanan pangan,” cetusnya.

Salah satu Buruan Sae itu adalah milik warga RW 09 Cipadung Kulon. Mereka kompak untuk membangun ketahanan pangan dengan menyulap lahan bekas tempat sampah di wilayahnya. Itu juga masuk dalam 6 besar nominasi lomba Buruan Sae yang digelar Pemkot Bandung.

Di lahan sekitar 9 x 19 meter itu, warga menanami aneka sayuran, buah, hingga membuat kolam ikan. “Ada kalau 50 jenis tanaman,” kata Ketua Buruan Sae, Yosep saat ditemui, Jumat (18/9).

Yosep melanjutkan, tanaman itu mulai dari aneka buah-buahan, sayur, hingga tanaman apotek hidup. Seperti kangkung, pakcoy, kacang panjang, tomat, cabai, selasa, daun bawang, rosela, hingga kacang tanah.

Berbagai tanaman itu juga telah beberapa kali panen. Itu tergantung jenisnya. Misalnya cabai yang bisa panen tiap minggu. Tapi juga ada tanaman yang habis sekali panen. Seperti selada atau kacang tanah.

Lalu, hasil panen dari lahan Buruan Sae Padepokan Hegar itu digunakan untuk berbagai keperluan. Ada yang dibagikan ke warga tapi ada juga yang dijual.

0 Komentar