Sawah di Tengah Beton, Ketika Kota Memakan Lumbung Pangannya

Lahan sawah di samping Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung dikepung gedung dan jembatan layang. (Grafis diolah A
Lahan sawah di samping Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung dikepung gedung dan jembatan layang. (Grafis diolah AI)
0 Komentar

Karena itu pihaknya juga gencar untuk memperkuat kolaborasi dengan daerah-daerah penghasil sumber pangan agar distribusi tidak seret. Hal itu untuk mengendalikan rantai pasok dan distribusi pangan bagi warga Kota Bandung.

Gin Gin mengakui bahwa lahan pertanian di Kota Bandung memang tersisa sedikit. Perkiraannya ada di sekitar 4 persen luas Kota Bandung atau di sekitar 700 hektar.

Lahan pertanian yang tersisa itu tersebar di sekitar 15 kecamatan. “Memang yang banyak itu di Bandung Tengah ke Timur seperti Gedebage, Cibiru, Ujungberung,” sebutnya.

Baca Juga:Pemerintah Dorong Pengembangan Jargas di Gresik dan Sidoarjo245 Lulusan Perguruan Tinggi Tasikmalaya Dilepas Magang Nasional, Bukan Sekadar Pegang Ijazah

Lalu Pemkot sebenarnya juga tidak tinggal diam untuk mempertahankan lahan pertanian. Ada beberapa siasat yang dilakukan. Misalnya dengan penetapan kawasan sebagai Lahan Sawah Dilindungi (LSD) yang saat ini masih dalam proses negosiasi.

Kemudian siasat lainya adalah dengan membeli lahan-lahan sawah yang tersisa di Kota Bandung untuk dijadikan Sawah Abadi. “Sudah sejak lama kami membeli sawah warga di Kota. Namanya Sawah Abadi, sekarang ada sekitar 23 hektar,” sebutnya.

Sawah Abadi itu ada di beberapa titik dan kebanyakan ada di Kecamatan Ujungberung atau Cibiru. “Itu terus kami pertahankan dan kelola. Masih menghasilkan pangan, kami kerja samakan dengan petani dengan konsep bagi hasil,” katanya.

Pasokan beras dari luar Kota Bandung menjadi andalan juga diakui oleh para pedagang pasar. Seperti yang diceritakan Vian pemilik Toko Beras Mandala di Pasar Induk Gedebage.

Selama ini ia mengandalkan pasok beras dari penggilingan yang sudah jadi pelanggan. Penggilingan itu mayoritas dari luar Kota Bandung bahkan dari luar Jawa Barat. “Ada dari seperti Indramayu, Cianjur, tapi ada juga dari Jawa Tengah,” cetusnya, Kamis (10/9).

Biasanya ia akan pesan ke penggilingan jika stok beras di toko mulai menipis. Beberapa waktu kemudian beras pesanan itu akan dikirim. “Biasa 1 ton, bisa lebih atau kurang. Tergantung kondisi stok juga,” katanya.

Vian mengakui bahwa sejumlah penggilingan di Kota Bandung juga masih ada yang memasok beras ke tokonya. Namun volumenya tidak besar.

0 Komentar