JABAR EKSPRES – Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan para mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar mewaspadai penipuan dapur MBG yang mengatasnamakan pimpinan lembaga tersebut.
Modus yang dilakukan oknum tersebut berupa tawaran untuk membantu membuka kembali dapur SPPG yang terkena suspend atau mempercepat operasional dapur yang belum berjalan.
Pelaku disebut meminta sejumlah uang sebagai imbalan atas bantuan tersebut.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa tawaran semacam itu tidak berasal dari lembaganya.
Baca Juga:Jangan Terlewat! Pemutihan Pajak Kendaraan September 2026 Digelar di 11 ProvinsiUU Perampasan Aset Berlaku untuk Siapa? Pejabat hingga Masyarakat Bisa Terdampak
Ia memastikan BGN tidak pernah memberikan kewenangan kepada pihak mana pun untuk membuka atau mengoperasikan dapur SPPG dengan meminta imbalan.
BGN Ungkap Modus Penipuan Dapur MBG
Sudaryono meminta seluruh mitra SPPG berhati-hati apabila menerima tawaran dari seseorang yang mengaku memiliki hubungan dengan dirinya maupun pimpinan BGN lainnya.
Menurut Sudaryono, oknum tersebut biasanya menawarkan bantuan agar dapur SPPG yang belum beroperasi dapat segera dibuka atau dapur yang terkena suspend bisa kembali beroperasi.
Sebagai imbalannya, korban diminta memberikan sejumlah uang.
Ia memastikan tawaran tersebut merupakan informasi palsu dan dapat masuk dalam kategori tindak pidana penipuan.
“Seluruh kawan-kawan, mitra, yang mengatasnamakan saya, mengatasnamakan Ibu Waka, atau mengatasnamakan Pak Waka, atau mengatasnamakan pimpinan siapa pun, yang kemudian memberikan iming-iming bahwa nanti akan dibantu dapur-dapur yang belum beroperasi untuk segera beroperasi dengan imbalan biaya, saya pastikan itu adalah bohong dan itu adalah tindak pidana penipuan,” ujar Sudaryono, dikutip dari akun Instagram resminya, Minggu (30/8/2026).
BGN Tegaskan Tak Pernah Beri Otoritas untuk Buka Dapur Suspend
Sudaryono juga menegaskan bahwa BGN tidak pernah mengutus pihak tertentu untuk membantu membuka dapur SPPG yang terkena suspend.
Karena itu, mitra diminta tidak mudah percaya apabila ada pihak yang mengaku sebagai perwakilan pimpinan BGN dan menjanjikan penyelesaian masalah operasional dengan meminta bayaran.
Baca Juga:Sanksi Potong Gaji PPPK Penuh dan Paruh Waktu Mulai Diterapkan, Telat atau Lupa Absen Kena Potongan 2 PersenCara Cek NIK KTP Terdeteksi Judol atau Tidak
Menurutnya, setiap pihak yang menemukan modus tersebut sebaiknya segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum.
“Manakala ada oknum-oknum yang kemudian menjajakan jasa meminta imbalan dalam rangka untuk membuka suspend atau membuka atau segera mengoperasikan dapur-dapur yang belum beroperasi, kemudian meminta imbalan uang mengatasnamakan saya atau pimpinan yang lain, maka kami pastikan berita itu tidak benar,” kata Sudaryono.
