JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan analisis cuaca untuk wilayah Bandung Raya, Jawa Barat. Hasil analisis menunjukkan kondisi kering masih menghantui masyarakat seiring musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi, mengatakan berdasarkan analisis pihaknya, data meteorologis di wilayah Bandung Raya menunjukkan suhu maksimum absolut mencapai 32,8 derajat Celsius.
“Dan suhu minimum absolut yang tercatat ada di 18,0 derajat Celsius. Adapun suhu rata-rata yang tercatat 24,7 derajat Celsius,” kata Suaidi, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga:Mahasiswa POLSUB Ciptakan Kopi Robusta Rendah Kafein dari Limbah Kulit dan Bonggol NanasJenguk Wartawan yang Terbaring Sakit, Kapolres Tasikmalaya Bawa Pesan Kepedulian
Suaidi menerangkan, berdasarkan analisis BMKG, kelembapan udara di wilayah Bandung Raya rata-rata mencapai 66 persen. Sementara itu, kecepatan angin tertinggi tercatat mencapai 17,0 kilometer per jam.
“Nilai kecepatan angin tertinggi 17,0 kilometer per jam dan arah angin terbanyak dari arah variabel,” terangnya.
“Untuk tekanan udara rata-rata 926,4 mbar (milibar). Sedangkan curah hujan tercatat 15,4 mm (milimeter), dengan lima hari hujan selama bulan Agustus 2026,” lanjut Suaidi.
Ia mengatakan, memasuki musim kemarau yang semakin mendominasi sejumlah wilayah Indonesia, masyarakat perlu mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering.
Suaidi menambahkan, BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya guna mengurangi paparan langsung sinar matahari, serta menjaga kecukupan cairan tubuh.
“Terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan,” ujarnya.
Seiring menguatnya kondisi kering, masyarakat dan pemerintah daerah juga diimbau menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca Juga:Cegah Polisi Main Judol, Propam Polres Tasikmalaya Mendadak Periksa HP Seluruh PersonelRp86 Miliar Digelontorkan untuk Irigasi Tasikmalaya, Naik 3 Kali Lipat dari Tahun Lalu
BMKG meminta masyarakat tidak membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi titik api (hotspot).
“Meskipun musim kemarau semakin dominan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal,” jelasnya.
Oleh karena itu, Suaidi mengingatkan masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang.
