Rp86 Miliar Digelontorkan untuk Irigasi Tasikmalaya, Naik 3 Kali Lipat dari Tahun Lalu

Gambaran salahsatu saluran irigasi di Kabupaten Tasikmalaya
Gambaran salahsatu saluran irigasi di Kabupaten Tasikmalaya/Foto: Pemkab
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kabar menggembirakan bagi petani di Kabupaten Tasikmalaya. Anggaran pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi melalui APBN program Instruksi Presiden (Inpres) tahun anggaran 2026 melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika pada 2025 Kabupaten Tasikmalaya mendapat alokasi sekitar Rp25 miliar, tahun ini anggarannya meningkat menjadi sekitar Rp86 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk menggarap sedikitnya 15 titik proyek irigasi di berbagai wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Lonjakan anggaran ini menjadi angin segar bagi sektor pertanian. Sebab, kondisi jaringan irigasi sangat menentukan ketersediaan air sekaligus produktivitas lahan pertanian, terutama ketika petani menghadapi musim kemarau.

Baca Juga:Tiga Ruas Jalan Rampung, Bupati Cecep: Mudah-mudahan Tak Ada Lagi Mobil TerperosokKapolres Tasikmalaya Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah dalam Melayani Masyarakat

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy Roy Panagom Pardede mengatakan, meningkatnya alokasi anggaran tersebut tidak terlepas dari keseriusan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam mengusulkan kebutuhan pembangunan infrastruktur irigasi.

Menurut Roy, Pemkab Tasikmalaya dinilai aktif melakukan jemput bola dalam proses pengusulan. Tidak hanya menyampaikan kebutuhan, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai persyaratan agar usulan dapat lolos evaluasi pemerintah pusat.

“Jadi salah satu indikator dan faktor meningkatnya anggaran pembangunan irigasi untuk tahun ini tidak terlepas dari peran Pemkab Tasikmalaya yang selama ini aktif jemput bola dan serius melakukan berbagai upaya,” ujar Roy.

Ia menyebut proses evaluasi dilakukan dari berbagai aspek, mulai dari kelengkapan dokumen hingga pengecekan kondisi di lapangan.

Ketika ditemukan kekurangan atau kendala, Pemkab Tasikmalaya dinilai cepat melakukan tindak lanjut untuk memenuhi persyaratan.

“Sehingga saat dievaluasi oleh pemerintah pusat, baik evaluasi dokumen maupun evaluasi lapangan, sudah masuk kategori memenuhi ketentuan. Kalau pun ada kendala atau ada yang kurang dari sisi persyaratan, Pemkab cepat melakukan tindak lanjut penyelesaian,” katanya.

Pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersebut ditargetkan tidak berhenti pada perbaikan saluran. Dampak akhirnya diharapkan dirasakan langsung petani melalui peningkatan intensitas pertanaman atau IP hingga mencapai 241 persen pada wilayah yang menjadi penerima manfaat.

Baca Juga:Bupati Tasikmalaya Apresiasi Dua Pelajar Peraih Medali O2SN Nasional 2026, Buah Perjuangan dari Tingkat DaerahLeuwikeris Jadi Etalase Wisata dan UMKM Tasikmalaya di Jambore Nasional Overlanding Indonesia 2026

Artinya, semakin baik pasokan air, semakin besar pula peluang lahan pertanian dapat ditanami lebih sering dalam satu tahun.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (PUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya Deden Ramdhan Nugraha mengatakan, irigasi merupakan infrastruktur yang tidak bisa dipisahkan dari keberlangsungan pertanian.

0 Komentar