Mahasiswa POLSUB Ciptakan Kopi Robusta Rendah Kafein dari Limbah Kulit dan Bonggol Nanas

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi rendah kafein, sekelompok mahasiswa Politeknik Negeri
Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi rendah kafein, sekelompok mahasiswa Politeknik Negeri Subang (POLSUB) menghadirkan inovasi yang tidak hanya berfokus pada kesehatan konsumen, tetapi juga keberlanjutan lingkungan
0 Komentar

JABAR EKSRPES – Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi rendah kafein, sekelompok mahasiswa Politeknik Negeri Subang (POLSUB) menghadirkan inovasi yang tidak hanya berfokus pada kesehatan konsumen, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.

Mereka berhasil mengembangkan metode dekafeinasi kopi robusta secara alami dengan memanfaatkan limbah kulit dan bonggol nanas yang kaya enzim bromelin.

Inovasi tersebut lahir melalui penelitian Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) yang didukung dan didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Baca Juga:Jenguk Wartawan yang Terbaring Sakit, Kapolres Tasikmalaya Bawa Pesan KepedulianCegah Polisi Main Judol, Propam Polres Tasikmalaya Mendadak Periksa HP Seluruh Personel

Penelitian berjudul “Karakteristik Kimia dan Hedonik Kopi Dekafein Robusta dengan Perendaman Kulit dan Bonggol Nanas” dipimpin oleh mahasiswa Program Studi D3 Agroindustri Kori Rahma Mardika bersama Widia Nur Juliyanti, Fahrul Muttaqin, Muhammad Akbar, dan Roffi Jaelanti Fadhillah di bawah bimbingan dosen Fenny Aprilliani, S.TP., M.Si.

Ketua tim peneliti, Kori Rahma Mardika, mengatakan inovasi tersebut berangkat dari kebutuhan menghadirkan kopi dengan kandungan kafein lebih rendah tanpa menggunakan bahan kimia sintetis yang umum dipakai dalam proses dekafeinasi.

“Kopi merupakan salah satu minuman yang sangat digemari masyarakat. Namun, kandungan kafeinnya dapat menimbulkan efek samping bagi sebagian orang, seperti gangguan tidur maupun peningkatan detak jantung. Karena itu, kami mencoba mencari alternatif proses dekafeinasi yang lebih alami dan ramah lingkungan,” ujar Kori.

Limbah Nanas Diubah Menjadi Solusi

Menurut Kori, Subang sebagai salah satu sentra produksi nanas menghasilkan limbah kulit dan bonggol dalam jumlah besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Padahal, kedua bagian tersebut mengandung enzim bromelin, yaitu enzim alami yang memiliki potensi sebagai katalis dalam proses penguraian senyawa tertentu, termasuk membantu proses penurunan kandungan kafein pada biji kopi.

“Metode ini tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi limbah pertanian yang sebelumnya belum memiliki nilai ekonomi tinggi,” katanya.

Melalui pendekatan tersebut, tim merancang metode dekafeinasi alami dengan merendam biji kopi robusta menggunakan ekstrak kulit dan bonggol nanas sebagai pengganti bahan kimia sintetis yang lazim digunakan pada industri kopi.

0 Komentar