JABAR EKSPRES — Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong koperasi untuk mengubah perannya dari sekadar lembaga simpan pinjam menjadi penggerak produktivitas dan kesejahteraan anggota.
Menurut Ferry, koperasi seharusnya tidak berhenti pada penyediaan akses pembiayaan. Koperasi juga perlu membantu anggota meningkatkan kapasitas usaha, produktivitas, akses pasar, hingga menciptakan nilai tambah dari kegiatan ekonomi yang dijalankan.
Hal itu disampaikan Ferry saat mengunjungi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Balo’ta di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Minggu.
Baca Juga:Indonesia-Filipina Bidik Pasar Ekonomi Kreatif ASEAN Lewat Kolaborasi TalentaDari Sampah Jadi Energi, Strategi Jateng Kelola Ribuan Ton Sampah Berbuah Penghargaan
Ferry menilai KSP Balo’ta telah mulai menjalankan fungsi tersebut melalui pembinaan anggota, termasuk para petani, serta pengembangan perkebunan percontohan kopi.
“Kita tidak boleh puas hanya membuat petani mendapatkan pinjaman. Kita harus membuat petani semakin produktif, semakin Sejahtera, dan semakin memiliki posisi tawar,” kata Ferry dikutip dari ANTARA, Senin (31/8).
Ia menegaskan, pola pembinaan seperti yang dilakukan KSP Balo’ta perlu diperkuat agar koperasi benar-benar mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Dengan demikian, keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari besarnya penyaluran pinjaman, tetapi juga dari dampaknya terhadap perkembangan usaha dan kesejahteraan anggota.
Ferry juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan KSP Balo’ta yang selama ini menjalankan kegiatan simpan pinjam sekaligus melakukan pembinaan terhadap anggotanya.
Di tengah dorongan agar koperasi semakin produktif, KSP Balo’ta mencatat pertumbuhan aset yang signifikan. Ketua KSP Balo’ta Dedi Bongga mengatakan total aset koperasi mencapai Rp1,9 triliun per Juli 2026.
Angka tersebut meningkat 609 persen dibandingkan posisi 2014. Saat ini, KSP Balo’ta memiliki sekitar 15 ribu anggota yang mendapatkan layanan koperasi.
Dedi mengatakan perkembangan koperasi tersebut juga didukung pembiayaan modal kerja dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi yang diberikan secara bertahap selama sekitar 10 tahun. Secara keseluruhan, pembiayaan tersebut telah diberikan sekitar 10 kali.
Baca Juga:No Tipu-Tipu Club! JetZrek-in Aja Bareng Hearts2Hearts Buat Tunjukin Jati Diri Lo SesungguhnyaRSUD Ciamis Gratiskan Biaya Perawatan Balita Gizi Buruk, Hasil Pemeriksaan Holistik Masih Ditunggu
Sementara itu, Bupati Toraja Utara Frederik Viktor Palimbong melaporkan terdapat sekitar 49 koperasi aktif di wilayahnya setelah pemekaran.
Selain koperasi yang telah berjalan, pemerintah daerah juga terus mendorong pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dari target 151 unit KDKMP, sebanyak 19 unit telah menyelesaikan pembangunan 100 persen.
