RSUD Ciamis Gratiskan Biaya Perawatan Balita Gizi Buruk, Hasil Pemeriksaan Holistik Masih Ditunggu

RSUD Ciamis
Direktur RSUD Ciamis, dr. Bayu Yudiawan. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES– RSUD Ciamis langsung menangani balita tiga tahun asal Kecamatan Tambaksari yang diduga mengalami gizi buruk dengan berat badan hanya 9 kilogram. Rumah sakit menggratiskan seluruh biaya perawatan dan menjadikan pasien sebagai prioritas utama.

Seorang balita bernama Aef Heryadi, warga Dusun Mekarjaya RT 04/RW 02, Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, diketahui memiliki berat badan hanya 9 kilogram. Angka tersebut berada jauh di bawah standar pertumbuhan WHO untuk anak laki-laki usia tiga tahun yang berkisar antara 11,3 hingga 18,3 kilogram.

Kondisi ini terungkap setelah pihak Puskesmas Tambaksari menemukan kasus tersebut melalui penjaringan rutin. Puskesmas kemudian merujuk Aef ke RSUD Ciamis untuk pemeriksaan lebih lanjut. Begitu mendapat rujukan, anak tersebut langsung menjalani pemeriksaan awal di RSUD Ciamis pada Rabu (26/8/2026).

Baca Juga:Warga Dusun Bangunsirna Ciamis Resah, Perpanjangan Kontrak Tower BTS Dinilai Langgar AturanPilkades Ciamis 2026 Gunakan Sistem Digital di 176 TPS, Begini Skema Pembagiannya

Direktur RSUD Ciamis, dr. Bayu Yudiawan, mengatakan dari hasil pemeriksaan awal, berat badan anak berada di bawah garis merah pada Kartu Menuju Sehat (KMS). Meski demikian, kondisi umum anak saat tiba di rumah sakit disebut cukup baik.

“Keadaan umum secara umum baik, anaknya aktif, pola makan juga bagus. Aktivitas sehari-harinya juga tidak terlalu mengkhawatirkan. Cuma memang saat penimbangan ada underweight, di KMS berada di bawah garis merah,” kata Bayu.

RSUD Ciamis langsung menjadikan anak tersebut sebagai pasien prioritas. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari tahu penyebab berat badan anak berada di bawah standar. Bayu menegaskan, keluarga tidak perlu memikirkan persoalan biaya selama proses penanganan.

“Untuk perhatian pembiayaan dan sebagainya itu sudah kita tangani. Keluarga tidak usah memikirkan lagi proses dan sebagainya,” ujarnya.

Bayu mengatakan, pihak rumah sakit masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui kemungkinan adanya gangguan pada sistem organ maupun kelainan bawaan yang dapat memengaruhi pertumbuhan anak.

“Kita masih menunggu hasil pemeriksaan karena memang harus holistik supaya nanti diagnosisnya tepat, sehingga tindakan terapi dan selanjutnya bisa lebih baik,” katanya.

Penanganan cepat tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan anak mendapatkan penanganan sesuai kondisi medisnya. Bayu juga menekankan pentingnya deteksi dini. Menurutnya, kasus gangguan pertumbuhan anak tidak semestinya hanya mengandalkan fasilitas kesehatan.

0 Komentar