Indonesia-Filipina Bidik Pasar Ekonomi Kreatif ASEAN Lewat Kolaborasi Talenta

Indonesia-Filipina Bidik Pasar Ekonomi Kreatif ASEAN Lewat Kolaborasi Talenta
Ilustrasi kerja sama Indonesia-Filipina dalam ekonomi kreatif ASEAN. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Indonesia dan Filipina memperkuat kerja sama ekonomi kreatif dengan mendorong kolaborasi antarpelaku industri dan talenta kreatif kedua negara. Kerja sama ini diarahkan untuk menciptakan produk baru sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas di kawasan Asia Tenggara.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan hubungan Indonesia dan Filipina memiliki peluang besar untuk dikembangkan dari sekadar pertukaran talenta menjadi kolaborasi yang menghasilkan produk dan inisiatif bernilai ekonomi.

“Kita memiliki banyak kesamaan dan potensi untuk saling melengkapi. Saya berharap kita dapat memperkuat kolaborasi talenta Indonesia dan Filipina untuk menciptakan sesuatu yang baru dan memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Riefky dikutip dari ANTARA, Senin (31/8).

Baca Juga:Dari Sampah Jadi Energi, Strategi Jateng Kelola Ribuan Ton Sampah Berbuah PenghargaanNo Tipu-Tipu Club! JetZrek-in Aja Bareng Hearts2Hearts Buat Tunjukin Jati Diri Lo Sesungguhnya

Menurut Riefky, kekuatan talenta dan industri kreatif Filipina yang telah memiliki pengakuan global dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk membangun kolaborasi lintas subsektor. Kemitraan tersebut sekaligus diharapkan memperluas akses pelaku ekonomi kreatif Indonesia ke pasar regional.

Salah satu bentuk kolaborasi yang telah dikembangkan adalah Batik-Barong, yang memadukan pakaian tradisional Barong Filipina dengan teknik dan motif batik Indonesia. Kolaborasi tersebut menunjukkan bagaimana kekayaan budaya kedua negara dapat diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar baru.

Kerja sama juga diarahkan pada penguatan promosi produk kreatif melalui pertukaran promosi dan penyelenggaraan pop-up exhibition di Indonesia maupun Filipina. Model ini dinilai dapat memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperkenalkan produk secara langsung sekaligus melihat respons konsumen di pasar negara mitra.

Tak hanya bersifat bilateral, penguatan kerja sama Indonesia-Filipina juga ditempatkan dalam agenda pengembangan ekosistem ekonomi kreatif ASEAN. Indonesia mendukung inisiatif Filipina sebagai Ketua ASEAN 2026 untuk membentuk ASEAN Center of Excellence for Creative Industries (ACE-CI) di Manila.

Pusat tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi negara-negara ASEAN dalam mengembangkan industri kreatif, termasuk melalui pertukaran pengetahuan, eksplorasi peluang usaha, serta pengembangan berbagai inisiatif lintas negara.

Duta Besar Filipina untuk Republik Indonesia Christopher B. Montero mengatakan Filipina melihat peluang yang besar untuk memperluas kerja sama konkret dengan Indonesia. Filipina juga tertarik mempelajari pengalaman Indonesia dalam membangun kelembagaan ekonomi kreatif.

0 Komentar