Setelah komunikasi terjalin melalui surat elektronik, pihaknya mengirimkan lima jenis sampel kopi dengan metode fermentasi berbeda. Sampel tersebut meliputi kopi fermentasi gula merah, stroberi, nanas, kopi tanpa campuran, serta fermentasi menggunakan ragi.
Dari lima sampel tersebut, kopi dengan metode fermentasi menggunakan buah nanas menjadi produk yang paling sesuai dengan selera dan spesifikasi calon pembeli di Arab Saudi.
“Awalnya kami mengirim lima sampel kopi dengan metode fermentasi yang berbeda. Setelah diuji, buyer memilih kopi fermentasi nanas karena dinilai paling sesuai dengan selera dan spesifikasi mereka,” ujarnya.
Baca Juga:Polisi Vs Wartawan di Lapangan Lodaya Sakti Cisayong, Dari Adu Skill hingga Berbagi TawaSimpel dan Ikonik ala Tenxi, Intip Gaya dan Barang Favoritnya di Shopee 9.9 Super Shopping Day
Produk tersebut kemudian ditawarkan kepada buyer di Arab Saudi dan mendapat respons positif. Bahkan, pesanan awal yang diterima mencapai 25 ton.
Namun, keterbatasan kapasitas produksi membuat pihaknya baru mampu memenuhi pengiriman tahap pertama sebanyak empat ton.
“Awalnya mereka memesan sebanyak 25 ton. Namun, karena situasi dan kondisi yang belum memungkinkan, kami baru mampu memenuhi pengiriman tahap pertama sebanyak empat ton,” ungkap Dikdik.
Berbeda dengan pengiriman sebelumnya yang dilakukan melalui pihak lain, ekspor kali ini dilakukan secara langsung dari petani kepada pembeli. Mulai dari pengurusan dokumen hingga proses ekspor dikerjakan sendiri oleh pihak Tonas Kopi.
Menurut Dikdik, proses melengkapi dokumen ekspor menjadi salah satu tantangan yang harus dilalui. Beruntung, sejumlah instansi terkait memberikan pendampingan sehingga seluruh persyaratan dapat dipenuhi.
Untuk pengiriman empat ton kopi tersebut, nilai transaksinya mencapai kurang lebih Rp800 juta. Pembayaran dilakukan melalui mekanisme transfer langsung.
Dikdik optimistis permintaan dari pasar Arab Saudi akan meningkat apabila produk yang dikirimkan mampu memenuhi spesifikasi dan standar yang ditetapkan buyer.
Baca Juga:Sempat Mengaku Jadi Pemandu Lagu di Bekasi, IRT Asal Tasikmalaya Ternyata Bersembunyi di SumedangSetelah Lebih dari 30 Jam Dipadamkan, Kebakaran TPA Cioray Mangureja Kini Masuk Pendinginan
“Insyaallah, apabila kopi yang kami kirim sesuai dengan spesifikasi buyer, tahun depan pesanannya diperkirakan bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat,” katanya.
Saat ini, Tonas Kopi telah menyerap sekitar 50 ton kopi dari petani di Desa Cibodas. Jumlah tersebut dinilai masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi apabila permintaan ekspor terus meningkat.
“Kendala utama yang kami hadapi dalam proses produksi adalah ketersediaan bahan baku, khususnya ceri kopi,” ujarnya.
