Setelah Lebih dari 30 Jam Dipadamkan, Kebakaran TPA Cioray Mangureja Kini Masuk Pendinginan

Setelah Lebih dari 30 Jam Dipadamkan, Kebakaran TPA Cioray Mangureja Kini Masuk Pendinginan
Petugas lakukan pemadaman dan pendinginan. Foto: Istimewa (Tagana)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cioray, Kampung Cioray, Desa Sukasukur, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya mulai terkendali setelah petugas gabungan berjibaku melakukan pemadaman selama lebih dari 30 jam.

Kebakaran yang terjadi sejak Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 02.30 WIB tersebut diduga dipicu oleh gas metana yang berada di area timbunan sampah. Kobaran api sempat meluas hingga merembet ke lahan alang-alang di sekitar kawasan TPA.

Hingga Kamis (27/8/2026) pukul 11.00 WIB, api di permukaan sudah mulai tidak terlihat. Meski demikian, petugas gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi kembali membesar.

Baca Juga:Kebakaran TPA Cioray Mangunreja, Api Masih Dalam Proses PemadamanTim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Gardu Listrik Pabrik Gula di Singaparna

Ketua Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan proses pemadaman dilakukan secara berkelanjutan sejak kebakaran pertama kali diketahui.

“Pemadaman sudah dilakukan lebih dari 30 jam. Sampai Kamis pukul 11.00 WIB api di permukaan sudah mulai tidak terlihat dan petugas sekarang melakukan pendinginan,” kata Jembar, Kamis (27/8/2026).

Menurut Jembar, proses penanganan melibatkan sekitar 50 personel dari tim gabungan sejak Rabu. Mereka berasal dari sejumlah unsur yang dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran sekaligus mencegah api meluas ke area sekitar TPA.

Adapun armada yang diterjunkan terdiri dari tiga unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar), satu unit Tagana, tiga unit BPBD, tiga unit Batalyon 93 TP, serta satu unit dari Kodim.

Petugas juga menghadapi kendala dalam proses pemadaman, terutama karena jarak sumber air dengan lokasi kebakaran cukup jauh. Kondisi tersebut membuat proses pengisian dan distribusi air menuju titik kebakaran membutuhkan waktu cukup lama.

“Salah satu kendalanya sumber air cukup jauh dari lokasi TPA, sehingga membutuhkan waktu yang lumayan lama. Untuk titik air berada di saluran Cikunten 2,” ujarnya.

Kendati demikian, petugas terus melakukan penyemprotan air dan pendinginan di sejumlah bagian timbunan sampah yang dinilai masih berpotensi menyimpan panas maupun bara api.

Baca Juga:Kebakaran Marak di Musim Kemarau, BPBD Tasikmalaya Ingatkan Warga Tingkatkan KewaspadaanKebakaran Hebat di Cibabat Cimahi, Api Sempat Membesar dari Bawah Tumpukan Kayu

Sebelumnya, kebakaran sempat sulit dikendalikan karena api muncul di area timbunan sampah. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman tidak hanya dilakukan terhadap api yang terlihat di permukaan, tetapi juga diarahkan untuk mencegah munculnya kembali titik api dari dalam timbunan.

0 Komentar