JABAR EKSPRES – Misteri hilangnya seorang ibu rumah tangga asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, akhirnya terungkap. TT (38), warga Desa Mandalawangi, Kecamatan Salopa, ternyata sengaja membuat skenario seolah-olah dirinya menjadi korban yang hendak dipekerjakan sebagai pemandu lagu di sebuah warung kopi di Bekasi.
Hasil pemeriksaan polisi mengungkap, cerita tersebut merupakan rekayasa TT yang dilakukan karena persoalan rumah tangga. Ia disebut ingin berpisah atau bercerai dari suaminya, Deni (40), setelah hubungan keduanya kerap dilanda perselisihan.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Heru Samsul Bahri mengatakan, keterangan TT terkait rencana bekerja di Bekasi tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan petugas.
Baca Juga:Setelah Lebih dari 30 Jam Dipadamkan, Kebakaran TPA Cioray Mangureja Kini Masuk PendinginanJaga Iklim Usaha, Kemenperin Pertegas Standarisasi AMDK
“Dari hasil pemeriksaan, cerita soal bakal dipekerjakan sebagai pemandu lagu (freelance) di Bekasi itu murni rekayasa. Motif utamanya, korban ingin pisah atau cerai dengan suaminya karena sering terjadi perselisihan,” kata Heru, Kamis (27/8/2026).
Kisah hilangnya TT bermula pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, TT berpamitan kepada suaminya dengan alasan hendak berkunjung ke rumah kerabat. Ia kemudian pergi menggunakan sepeda motor Honda Genio warna hitam dengan nomor polisi Z 2571 SA.
TT membawa satu telepon seluler, sementara satu ponsel lainnya sengaja ditinggalkan di rumah.
Tiga hari berselang, Minggu (23/8/2026) pagi, TT menghubungi suaminya. Ia mengaku berada di Bekasi dan mengatakan awalnya dijanjikan bekerja di sebuah restoran. Namun, menurut pengakuannya, ia justru akan dipekerjakan sebagai pemandu lagu di sebuah warkop yang menjual mi.
Deni yang khawatir meminta istrinya pulang. Namun TT mengaku dilarang oleh pemilik warkop. Setelah percakapan itu, telepon selulernya kembali dimatikan sehingga membuat keluarga semakin cemas.
Kekhawatiran tersebut akhirnya membuat Deni melapor ke Polsek Salopa pada Senin (24/8/2026) malam. Laporan orang hilang itu langsung ditindaklanjuti jajaran kepolisian.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mengatakan, setelah menerima laporan, Satreskrim Polsek Salopa bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya bergerak melakukan pencarian.
Baca Juga:Konsumsi BBM Subsidi Meningkat, Imbas Kenaikan Harga?Rekening Koordinator AMPB Diblokir, OJK Buka Suara
“Ini merupakan komitmen respon cepat kepolisian dalam menangani setiap laporan masyarakat. Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak melakukan penelusuran,” ujar Ade.
