JABAR EKSPRES – Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mendorong koperasi PKK memperluas perannya sebagai alternatif pembiayaan warga, terutama bagi masyarakat yang selama ini rentan terjerat pinjol ilegal dan bank emok.
Jeje menilai koperasi memiliki posisi strategis untuk membantu masyarakat memperoleh akses permodalan dengan mekanisme yang lebih sehat. Terlebih, koperasi dibangun berdasarkan prinsip kebersamaan dan gotong royong antaranggota.
“Koperasi harus bisa menjadi tempat warga mencari solusi ketika membutuhkan modal, bukan sekadar menjalankan aktivitas simpan pinjam. Pengelolaannya juga harus sehat agar benar-benar memberikan manfaat bagi anggota,” ujar Jeje di Ngamprah, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga:Bukan Sekadar Seremonial, KNPI Cianjur Pastikan Program Kepemudaan Tepat Sasaran dan TerukurKebakaran TPA Cioray Mangunreja, Api Masih Dalam Proses Pemadaman
Menurutnya, kebutuhan pembiayaan yang mudah dan cepat kerap membuat masyarakat mengambil jalan pintas melalui pinjaman online ilegal atau bank emok. Kondisi tersebut justru berisiko menambah beban ekonomi keluarga karena adanya bunga dan kewajiban pembayaran yang dapat memberatkan.
Karena itu, Jeje meminta koperasi UP2K PKK mampu menawarkan layanan keuangan yang transparan serta menyesuaikan dengan kebutuhan anggotanya.
“Jangan biarkan warga tidak punya pilihan ketika membutuhkan pembiayaan. Koperasi harus hadir memberikan akses modal yang aman dan tidak membuat masyarakat semakin kesulitan,” katanya.
Di sisi lain, Jeje mengingatkan bahwa penguatan koperasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyediakan pembiayaan. Tata kelola internal juga harus dibenahi agar koperasi dapat bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
Ia menyoroti pentingnya administrasi dan pembukuan keuangan yang tertib. Menurutnya, laporan keuangan menjadi instrumen penting untuk mengetahui apakah koperasi dikelola secara sehat atau justru mengalami kerugian.
“Pengurus harus mengetahui kondisi koperasinya secara nyata. Dari pencatatan yang rapi kita bisa melihat arus uang dan hasil usaha, sehingga tidak ada yang berjalan berdasarkan perkiraan,” ucapnya.
Jeje juga meminta pengurus mulai memanfaatkan teknologi sederhana dalam pencatatan keuangan. Aplikasi pembukuan melalui telepon seluler dinilai dapat membantu pengurus mencatat transaksi secara lebih praktis sekaligus mengurangi potensi kesalahan pencatatan.
Baca Juga:FitHub Kopo dan Surya Sumantri Ditutup, Pemilik Klaim Kerja Sama Diduga Franchise IlegalAliansi Anak Bangsa Tasikmalaya Serukan Persatuan dan Tolak Provokasi
Ia berharap pembekalan kepada pengurus koperasi PKK tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Pendampingan secara berkelanjutan perlu dilakukan hingga tingkat desa agar penerapan tata kelola koperasi benar-benar berjalan.
