Stok Beras RI Diklaim Aman di Tengah Ancaman El Nino

Stok Beras RI Diklaim Aman di Tengah Ancaman El Nino
Pekerja melakukan bongkar muat beras di Gudang Bulog Cisaranten Kidul Sub Divre Bandung, Kota Bandung beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Stok beras Indonesia untuk menjaga kebutuhan pangan masyarakat di tengah ancaman dampak El Nino, diklaim tetap terjaga.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, sebagaimana terkonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Amran menyebutkan bahwa, saat ini stok cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional mencapai 5,1 juta ton. Sehingga diperkirakan cukup untuk menghadapi dampak El Nino.

Baca Juga:Jateng Siap Sambut Kafilah MTQ Nasional, Persiapan Capai 90 Persen! Jelajah “Asik ke Tasik”, Overland Club Indonesia Eksplor Kekayaan Alam Kabupaten Tasikmalaya

“Stok kita sekarang, (meski) ada El Nino, (jadi yang) tertinggi. Tapi alhamdulillah cadangan kita tertinggi selama Republik ini berdiri, yaitu 5,1 juta ton,” ujarnya.

Kekuatan stok beras pemerintah dipastikan siap untuk mengatasi dinamika fenomena iklim yang melanda secara global. Stok CBP yang dikelola Perum Bulog lebih dari 5 juta ton diyakini mampu menopang kebutuhan masyarakat dan meminimalisir dampak fenomena iklim, termasuk untuk bencana dan keadaan darurat.

Ketersediaan stok pangan ini, kata Amran, patut disyukuri, salah satunya dengan menjaga kesebamgan rantai pasok di setiap lini baik di tingkat produsen maupun konsumen.

“Ketika harga naik (beras naik), konsumen marah. Harga turun, petani marah. Harga sedang sedang, pengusaha marah. Jadi begitu berat bebannya pemerintah,” ujar dia.

Kendati demikian, terdapat tantangan fenomena iklim yang berimplikasi pada harga beras. Kondisi harga beras di pasar dunia saat ini dikatakan tengah menanjak, tapi Indonesia memastikan tidak boleh ada rakyat yang kelaparan karena stok beras nasional sangat memadai.

“Kesiapan pangan kita selesai. (Meskipun) harga beras dunia naik, salah satu di Jepang (sampai) Rp100 ribu per kilo. (Tapi) ada yang mengatakan, jangan bandingkan. Kalau tidak ada beras, bagaimana? Satu, (bisa) kelaparan rakyat Indonesia. Kita pastikan itu tidak terjadi,” katanya menegaskan.

Di samping itu, pemerintah turut memastikan distribusi stok CBP demi menjaga kestabilan harga di pasaran melalui berbagai program intervensi. Dalam catatan Bapanas, total realisasi distribusi stok CBP secara nasional per 24 Agustus telah mencapai 1,69 juta ton.

Baca Juga:Atasi Kemiskinan Lewat Pendidikan, Pemprov Jateng Terapkan Metode PBL di Desa KepyarPengalihan Status Guru PPPK Diklaim Tak Ganggu Fiskal

Rinciannya terdiri realisasi penjualan beras program SPHP pada Januari-Februari 221,05 ribu ton. Kemudian realisasi SPHP beras Maret sampai Agustus yang mencapai 688,98 ribu ton.

0 Komentar