Kebakaran di Kota Cimahi Tembus 64 Kejadian, Lahan Kosong Jadi Titik Paling Rawan

Ilustrasi kebakaran. Pixabay
Ilustrasi kebakaran. Pixabay
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kasus kebakaran di Kota Cimahi mencapai 64 kejadian sepanjang 1 Januari hingga 21 September 2026. Dari puluhan kejadian tersebut, kebakaran lahan kosong menjadi kasus yang paling mendominasi berdasarkan rekapitulasi penanganan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengatakan sebanyak 64 objek tercatat mengalami kejadian kebakaran di Cimahi selama hampir sembilan bulan terakhir.

“Dari rekapitulasi periode 1 Januari sampai 21 September 2026, tercatat sebanyak 64 objek kebakaran di Kota Cimahi,” ujar Aep saat dikonfirmasi, Rabu (23/9/2026).

Baca Juga:RSUP Dr. Sardjito Gunakan Gas Bumi PGN, Biaya Operasional Hemat hingga 75 PersenPemerintah Dorong Pengembangan Jargas di Gresik dan Sidoarjo

Dari data kebakaran Kota Cimahi tersebut, lahan kosong menjadi objek dengan jumlah kejadian tertinggi. Tercatat sebanyak 23 lahan kosong mengalami kebakaran sepanjang periode tersebut.

Selanjutnya, kebakaran rumah di Cimahi tercatat sebanyak 16 kejadian. Kemudian kebakaran pada pabrik atau gudang sebanyak 11 kejadian, pasar atau toko sebanyak lima kejadian, serta kategori lainnya mencapai 10 kejadian.

Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi Damkar Kota Cimahi, belum terdapat laporan kebakaran pada objek rumah makan dan perkantoran hingga 21 September 2026. Di luar wilayah Kota Cimahi, petugas juga tercatat memberikan bantuan penanganan terhadap dua kejadian kebakaran.

Aep menuturkan, tingginya kasus kebakaran lahan kosong di Cimahi menjadi perhatian karena kondisi lingkungan yang kering dapat membuat api lebih mudah menjalar. Penanganan secara cepat dinilai penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Menurutnya, potensi kebakaran di Kota Cimahi dapat muncul dari berbagai sumber. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melakukan aktivitas yang melibatkan api di sekitar lahan kosong maupun kawasan permukiman.

“Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan api, terutama di area yang terdapat material mudah terbakar. Pastikan juga setelah menggunakan api benar-benar sudah dipadamkan,” pesannya.

Selain menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, masyarakat juga diminta tidak membakar sampah sembarangan. Warga perlu memastikan instalasi dan peralatan listrik di rumah dalam kondisi aman untuk menekan risiko kebakaran rumah di Kota Cimahi.

0 Komentar