Bangun Generasi Qurani dan Gemar Membaca, Al Fatwa Terapkan Program Literasi dan Al-Qur’an Berjenjang

Bangun Generasi Qurani dan Gemar Membaca, Al Fatwa Terapkan Program Literasi dan Al-Qur’an Berjenjang dari TK
Siswa-siswi SIK Al Fatwa mengikuti kegiatan Kalibrasi (Kamis Literasi Bersama SIK) dengan membaca bersama sebagai bagian dari program penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah. (Foto: R.Padya Rohani/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Hafalan tersebut kemudian disetorkan melalui kegiatan tasmi pada akhir pekan kepada pembimbing dengan didampingi orang tua.

Keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan program hafalan. Sekolah dan keluarga memiliki peran yang saling melengkapi agar pembiasaan Al-Qur’an tidak hanya berlangsung selama jam sekolah.

Pola tersebut juga memperlihatkan bahwa pendidikan karakter dan keagamaan di Al-Fatwa berusaha melibatkan lingkungan keluarga, bukan hanya mengandalkan proses pembelajaran di sekolah.

Baca Juga:Masihkah Republik Ini Milik Rakyat?Tevis Foundation Gelar Pelatihan Gratis untuk Guru Ngaji dan Madrasah di Kabupaten Bandung

Pendidikan Tidak Hanya Mengejar Akademik

Kepala Sekolah SD Plus Al-Fatwa, Bambang Narasoma, mengatakan pendidikan yang dikembangkan sekolah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik.

“Visi utama kami adalah membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia, cerdas, kreatif, dan mandiri. Kami tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga penanaman karakter dan pembiasaan ibadah harian anak-anak sejak dini.”

Komitmen tersebut tercermin dalam visi SD Plus Al-Fatwa yang menargetkan terbentuknya pribadi yang unggul, tangguh, prestatif, dan berkarakter, sehingga menghasilkan intelektual berkualitas, berakhlakul karimah, serta berwawasan lingkungan.

Sekolah juga menetapkan tujuan membangun generasi berkualitas atau generasi Qurani dengan sejumlah karakter, antara lain memiliki akidah yang benar, ibadah yang tepat, akhlak mulia, wawasan luas, disiplin, sehat secara fisik, serta memiliki kemandirian.

Integrasi Kurikulum dan Pembentukan Karakter

Wakakurikulum SD Plus Al-Fatwa, Salman Hapid, menjelaskan bahwa proses pendidikan dikembangkan melalui integrasi tiga kurikulum, yakni kurikulum nasional, JSIT, dan muatan yayasan.

“Melalui integrasi tiga kurikulum—Nasional, JSIT, dan Muatan Yayasan—kami menyusun program seperti Bina Pribadi Islam (BPI) dan program Brik. Kami ingin memastikan anak-anak terbiasa beribadah dengan baik, mulai dari salat Duha, Asmaulhusna, hingga salat berjemaah.”

Integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun keseimbangan antara kemampuan akademik, pembiasaan ibadah, dan karakter peserta didik.

Baca Juga:Komisi X DPR Respons Putusan MK Soal Anggaran MBG, Ledia Hanifa: Perlu Restrukturisasi Pendanaan PendidikanMelawan Lupa Tragedi Maut Pendopo Garut: 3 Korban Jiwa Bukan Hanya Angka

Dalam profilnya, SD Plus Al-Fatwa juga menyebut pendekatan pendidikan holistik yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Selain Tahfidz dan Tahsin, program unggulan sekolah mencakup JSIT Integrated, lingkungan bilingual, serta character building.

0 Komentar